Gelombang Eksodus ke Thailand Berlanjut Ketika Kota Penting Myanmar Jatuh ke Tangan Pemberontak
📅 Sabtu, 13 Apr 2024, 11:25 WIB | Oleh: Tim PenulisDalam sebuah wawancara dengan Reuters pekan lalu, Srettha mengatakan junta Myanmar "kehilangan kekuatan", ketika ia mendorong pembukaan pembicaraan dengan rezim tersebut.
Thailand, yang mengatakan pihaknya tetap netral dalam konflik Myanmar dan dapat menerima hingga 100.000 orang yang kehilangan tempat tinggal akibat konflik tersebut. Thailand juga telah mengupayakan pengiriman bantuan sejak Srettha berkuasa pada Agustus lalu.
Namun junta bisa semakin melebar setelah kelompok pemberontak Tentara Arakan memperingatkan akan melanjutkan serangan di negara bagian Rakhine, Myanmar barat.
Panglima Angkatan Darat Arakan Twan Mrat Naing memperingatkan penduduk kota Sittwe dan Kyauk Phyu di Rakhine untuk pindah sebelum "pertempuran yang menentukan", kata kelompok itu dalam sebuah pernyataan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Salah satu angkatan bersenjata etnis paling kuat di Myanmar, Tentara Arakan adalah bagian dari Operasi 1027, serangan besar-besaran yang dilakukan tiga kelompok pemberontak pada Oktober lalu yang merebut wilayah penting dari junta.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!