Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Gelombang Eksodus ke Thailand Berlanjut Ketika Kota Penting Myanmar Jatuh ke Tangan Pemberontak

📅 Sabtu, 13 Apr 2024, 11:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
Gelombang Eksodus ke Thailand Berlanjut Ketika Kota Penting Myanmar Jatuh ke Tangan Pemberontak Doc: CNA/Reuters
Ket. Seorang personel militer berjaga, ketika 200 personel militer Myanmar mundur ke jembatan ke Thailand pada hari Kamis setelah serangan selama berhari-hari oleh perlawanan anti-junta.

MAE SOT - Sekelompok warga Myanmar mengantre di perbatasan Thailand untuk meninggalkan negaranya pada Jumat (12/4) pagi, sehari setelah kota penting Myawaddy dekat Thailand jatuh ke tangan kelompok pemberontak.

"Saya takut dengan serangan udara," kata Moe Moe Thet San, warga Myawaddy yang menyeberang ke Thailand bersama putranya, yang berusia sekitar lima tahun.

"Serangan itu menimbulkan suara yang sangat keras hingga mengguncang rumah saya," kata ibu berusia 39 tahun, salah satu di satu-satunya penyeberangan perbatasan yang beroperasi penuh di Mae Sot. Suara bom membuat mereka meninggalkan rumah, karena takut, demi keselamatan mereka.

"Itulah sebabnya saya melarikan diri ke sini. Mereka tidak bisa mengebom Thailand," tambahnya.

Menteri Luar Negeri Thailand Parnpree Bahiddha-Nukara mengunjungi Mae Sot, tepat di seberang Sungai Moei dari Myawaddy, pada hari Jumat, untuk menilai masalah yang ada setelah junta militer Myanmar kehilangan lebih banyak wilayah.

Juru bicara Junta Zaw Min Tun mengatakan kepada media Myanmar, beberapa pasukannya telah menyerah dan pembicaraan dengan Thailand untuk pemulangan mereka sedang berlangsung.

Myanmar berada dalam kekacauan sejak tahun 2021, ketika militer yang berkuasa menggulingkan pemerintahan sipil terpilih, sehingga memicu protes luas yang ingin ditumpas dengan kekerasan brutal.

Kemarahan yang membara terhadap junta berubah menjadi gerakan perlawanan bersenjata berskala nasional yang kini semakin beroperasi melalui koordinasi dengan kelompok pemberontak etnis yang sudah mapan untuk menantang militer di sebagian besar negara Asia Tenggara.

Sekitar 200 personel militer Myanmar mundur pada hari Kamis ke sebuah jembatan yang menghubungkan ke Mae Sot setelah kelompok pemberontak, KNU, mengatakan telah menguasai Myawaddy.

Namun militer Myanmar masih berupaya melakukan serangan balik, didukung oleh angkatan udaranya, untuk merebut kembali kota tersebut, kata Dulyapak Preecharush, seorang profesor Kajian Asia Tenggara di Universitas Thammasat Bangkok.

"Jadi ada pertanyaan mengenai kemungkinan intensifikasi pertempuran dalam beberapa hari mendatang," katanya kepada Reuters.

Eksodus Meningkat

Ketika pertempuran di Myanmar semakin intensif, jumlah orang yang menyeberang ke Mae Sot dari Myawaddy meningkat dua kali lipat minggu ini menjadi sekitar 4.000 orang setiap hari.

Pada Kamis, Perdana Menteri Thailand Srettha Thavisin mengatakan pertempuran di Myanmar tidak boleh meluas ke wilayah udara negaranya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Megapolitan
Jakarta Terima Hadiah Ultah...

Kerukunan dan Kebebasan Beribadah Patut Disyukuri

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Kerukunan dan Kebebasan Ber...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
Crysencio Summerville
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.