Transplantasi Ginjal Babi Pertama Berhasil Dilakukan
📅 Senin, 01 Apr 2024, 06:10 WIB | Oleh: Haryo Brono
Doc: Courtesy Massachusetts General Hospital
Transplantasi ginjal babi ke manusia yang telah melalui proses pengeditan puluhan kali, berhasil dilakukan. Keberhasilan cangkok organ ini mendorong para peneliti untuk memulai uji klinis xenotransplantasi.
Salah satu masalah dalam transplantasi khususnya ginjal adalah sulitnya mendapatkan organ dari pendonor. Harapan yang paling mudah saat ini adalah memanfaatkan organ dari binatang seperti babi ke manusia atau disebut xenotransplantasi.
Harapan baru telah muncul setelah perusahaan Qihan Biotech berhasil melakukan transplantasi ginjal binatang ke manusia. Keberhasilan awal dalam transplantasi pertama ginjal babi ke manusia hidup ini telah meningkatkan harapan para peneliti untuk melakukan uji klinis lebih besar yang melibatkan organ babi.
Penerima ginjal babi adalah seorang pria berusia 62 tahun penderita gagal ginjal stadium akhir bernama Richard Slayman. Dia pulih dengan baik setelah operasi pada 16 Maret 2024, menurut ahli bedah transplantasinya.
Sementara ginjal yang dicangkok tersebut diambil dari seekor babi mini yang memiliki rekor 69 pengeditan genom. Langkah ini bertujuan untuk mencegah penolakan organ yang disumbangkan dan mengurangi risiko virus yang bersembunyi di dalam organ tersebut dapat menginfeksi penerimanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kasus ini menunjukkan bahwa, setidaknya dalam jangka pendek, organ-organ ini aman dan berfungsi seperti ginjal," kata Luhan Yang, kepala eksekutif Qihan Biotech di Hangzhou, Tiongkok, yang juga merupakan pendiri perusahaan bioteknologi yang memproduksi babi, eGenesis di Kota Cambridge, Negara Bagian Massachusetts dikutip dari laman nature.com.
"Perusahaan ini sedang berdiskusi dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) mengenai perencanaan uji klinis untuk program transplantasi ginjal babi dan jantung anak-anak serta hati babi yang akan dihubungkan ke penerima dari luar tubuh," kata Wenning Qin, seorang peneliti. ahli biologi molekuler di eGenesis.
Semua transplantasi organ hewan di AS ke manusia hidup, termasuk Slayman, mendapat persetujuan FDA bagi tujuan belas kasihan (compassionate use), yang diberikan dalam kasus-kasus langka ketika nyawa seseorang dalam bahaya dan tidak ada pengobatan lain.
Sebaiknya Anda baca juga:
Namun Yang berharap hasil baru ini akan mendorong FDA menuju persetujuan uji klinis skala penuh. Dengan demikian xenotransplantasi dapat memberikan harapan dan kehidupan bagi pasien dan keluarga mereka.
Operasi cangkok tersebut diharapkan dapat mengatasi kekurangan organ tubuh manusia sehingga bisa menyelamatkan lebih banyak nyawa. Di Amerika Serikat (AS) saja, terdapat hampir 90.000 orang menunggu transplantasi ginjal. Sayangnya dari jumlah itu sebanyak 3.000 orang meninggal setiap tahun saat masih menunggu.
"Meskipun tingkat donasi organ telah meningkat secara besar-besaran, kita masih membutuhkan jutaan organ untuk ditransplantasikan ke pasien," kata Wayne Hawthorne, ahli bedah transplantasi di Universitas Sydney di Westmead, Australia.
"Ini adalah kabar bagus bagi bidang ini," kata Muhammad Mohiuddin, seorang ahli bedah dan peneliti di Fakultas Kedokteran Universitas Maryland di Baltimore, yang memimpin transplantasi jantung babi pertama pada manusia yang masih hidup.
Mohiuddin, yang juga presiden Asosiasi Xenotransplantasi Internasional, mengatakan uji klinis akan menghasilkan data teliti yang sangat dibutuhkan tentang keamanan dan kemanjuran cangkok organ jenis xenotransplantasi.
Puluhan Pengeditan
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!