Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Russia Tuntut Ukraina Ekstradisi Kepala Keamanannya

📅 Senin, 01 Apr 2024, 09:18 WIB | Oleh: Tim Penulis
Russia Tuntut Ukraina Ekstradisi Kepala Keamanannya Doc: PRAVDA/SECURITY SERVICE'S PRESS SERVICE
Ket. Kepala Dinas Keamanan Ukirana Vasyl Maliuk.

MOSKOW - Russia meminta Ukraina untuk mengekstradisi sejumlah orang, termasuk kepala keamanannya. Russia mengklaim mereka berada di balik tindakan "teroris" di wilayahnya. Namun Kyiv menyebut permintaan itu "tidak berharga".

Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Luar Negeri Russia mengulangi klaim bahwa serangan tanggal 22 Maret terhadap gedung konser di luar Moskow ada kaitannya dengan Ukraina dan menuduh Ukraina berada di balik sejumlah serangan dan pembunuhan di wilayahnya.

Russia menuduh Kyiv terkait dengan serangan gedung konser, meskipun ada afiliasi ISIS yang mengaku bertanggung jawab.

Berdasarkan dua konvensi anti-terorisme internasional, kementerian tersebut mengatakan pihaknya telah meminta Ukraina "segera menangkap dan mengekstradisi" sejumlah orang, termasuk kepala dinas keamanan Vasyl Maliuk.

Dikatakan bahwa Maliuk mengaku telah "mengorganisir pemboman Jembatan Krimea pada Oktober 2022 dan mengungkapkan rincian organisasi serangan teroris lainnya".

Krimea dianeksasi oleh Russia pada 2014 tetapi diakui secara internasional sebagai bagian dari Ukraina.

"Pihak Russia menuntut rezim Kyiv segera menghentikan dukungan terhadap kegiatan teroris, mengekstradisi mereka yang bertanggung jawab dan memberikan kompensasi atas kerugian yang ditimbulkan pada para korban," katanya.

Tidak jelas bagaimana Russia menyampaikan tuntutannya, karena Ukraina memutuskan hubungan diplomatik dengan Moskow tak lama setelah negara itu melancarkan serangan militer pada Februari 2022.

Dinas keamanan SBU Ukraina menolak keras pernyataan Russia, yang disebutnya "tidak berharga" dan "sinis".

"Pernyataan mengenai terorisme sangat sinis jika datang dari negara teroris," katanya.

Maliuk awal pekan ini menolak seruan Moskow untuk menangkapnya, setelah wawancara televisi yang merinci pembunuhan di luar hukum terhadap lawan-lawan Ukraina di Russia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
KAI: Kunjungan Wisatawan La...
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.