Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Produk UMKM Indonesia Bidik Pasar Inggris

📅 Senin, 01 Apr 2024, 09:09 WIB | Oleh: Tim Penulis
Produk UMKM Indonesia Bidik Pasar Inggris Doc: istimewa

JAKARTA - Lembaga yang membantu akses pemasaran bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), Smesco terus mengupayakan agar produk kuliner UMKM Indonesia masuk pasar Inggris, salah satunya lewat Halal Expo yang rutin digelar di negara tersebut. Smesco merupakan lembaga resmi di bawah Kementrian Koperasi dan UKM.

Direktur Bisnis dan Pemasaran Smesco Indonesia, Wientor Rah Mada, dalam siaran pers di Jakarta, Sabtu (30/3), mengatakan pihaknya berkolaborasi dengan Kedutaan Besar Inggris di Jakarta dan Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) untuk memasukkan produk UMKM Indonesia ke Halal Expo.

Menurut dia, Halal Expo memiliki potensi pasar yang besar karena menjadi salah satu pintu masuk ekspor produk kuliner Indonesia agar bisa menjadi bagian dari rantai pasok yang lebih luas lagi, yaitu Eropa. Namun, dia menyadari masih ada sejumlah tantangan yang dihadapi agar produk UMKM bisa masuk ke sana.

"Tantangan ekspor produk kuliner UMKM ke Inggris yang utama adalah keamanan makanan. Standar keamanan pangan harus betul-betul diterapkan baru kita bisa masuk ke dalam Halal Expo di Inggris, kita coba dobrak, ini pasar yang luar biasa besar," tutur Wientor.

Manager Program Future Cities FCDO Kedutaan Inggris, Barikatul Hikmah Albar Salim, menjelaskan otoritas Inggris menerapkan standar keamanan pangan yang tinggi, sedangkan pengusaha Inggris yang ingin mengekspor produknya ke Indonesia lebih fokus pada aspek halal.

Perkuat Daya Saing

Dalam kesempatan sama, Ketua Umum (GAPMMI) Adhi S Lukman mengatakan, berdasarkan kolaborasi ini ada potensi besar untuk meningkatkan daya saing industri makanan dan minuman Indonesia di pasar global, terutama dengan memperhatikan aspek kualitas, keamanan pangan, dan kepatuhan terhadap standar internasional.

Menurut dia, Indonesia juga memiliki potensi pasar yang besar bagi pengusaha Inggris. Hal ini terlihat dari tingginya nilai investasi asing langsung (FDI) di sektor industri makanan dan minuman, serta besarnya pengeluaran konsumsi pangan masyarakat Indonesia.

Data menunjukkan terdapat 2.899 proyek investasi asing langsung (FDI) di sektor industri makanan dan minuman dengan nilai total investasi mencapai 2,139 juta dollar AS.

Produk domestik bruto (PDB) Indonesia juga menunjukkan performa yang baik, mencapai 1,4 triliun dollar AS. Dari PDB tersebut, 51 persen digunakan untuk konsumsi pangan dan 16,32 persen untuk konsumsi pangan olahan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Pemprov Terus Mempercepat Belanja

13 menit yang lalu | Sujar

Megapolitan
Pemprov Terus Mempercepat B...
Luar Negeri
Yen Jepang Sentuh Level Ter...
Nasional
RUU Kepulauan Harus Perkuat...
Luar Negeri
AS Akan Berlakukan Tarif Ba...

Transisi Energi Butuh Reformasi Subsidi

18 menit yang lalu | Lukman

Nasional
Transisi Energi Butuh Refor...
Daerah
ITS Kembangkan Bakteri untu...
Awas! Ini Bahaya Tersembunyi Campur Pertamax dan Pertalite untuk Kendaraan Anda

Awas! Ini Bahaya Tersembunyi Campur Pertamax dan Pertalite untuk Kendaraan Anda

22 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.