Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ukraina Mengungkap Rahasia Rudal Hipersonik Baru Rusia

📅 Jumat, 29 Mar 2024, 00:00 WIB | Oleh:
Ukraina Mengungkap Rahasia Rudal Hipersonik Baru Rusia Doc: Istimewa
Ket. Analisis hulu ledak mengungkapkan fakta yang tidak terduga: berat hulu ledaknya, diperkirakan sekitar 100-150 kilogram dengan bahan peledak hingga 40 kilogram, jauh lebih rendah dibandingkan rudal anti-kapal lainnya.

KYIV - Analis Ukraina baru-baru ini meluncurkan spesifikasi rahasia rudal jelajah hipersonik bayangan Rusia, Zircon 3M22, yang dicegat oleh sistem pertahanan rudal buatan AS di Kyiv, Senin (25/3).

Sebuah dokumen intelijen yang diperoleh Defense Express menyebutkan bahwa para ahli yang memeriksa sisa-sisa rudal yang dicegat menyimpulkan bahwa Rusia memang telah mengembangkan mesin ramjet hipersonik untuk Zircon. Berbeda dengan rudal balistik Kh-47 Kinzhal yang diluncurkan dari udara, Zircon mempertahankan kecepatan hipersonik yang berkelanjutan, menandai kemajuan signifikan dalam teknologi rudal Rusia.

Dilansir oleh Defence Blog, urutan peluncuran Zirkon melibatkan peluncuran "mortar" awal yang diikuti dengan aktivasi tahap booster, mendorong rudal ke ketinggian tinggi dan mencapai kecepatan hipersonik. Selama penerbangannya di ketinggian beberapa puluh kilometer, Zirkon mencapai kecepatan konstan hingga 5,5 Mach, mengurangi tekanan termal di atmosfer yang dijernihkan.


Analisis hulu ledak Zirkon mengungkapkan fakta yang tidak terduga: berat hulu ledaknya, diperkirakan sekitar 100-150 kilogram dengan bahan peledak hingga 40 kilogram, jauh lebih rendah dibandingkan rudal anti-kapal lainnya. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang kemanjurannya terhadap kapal angkatan laut yang lebih besar, seperti kapal perusak atau kapal induk.

Penasihat pertahanan terakreditasi, dan konsultan, Dylan Malyasov, mengatakan, mengingat tingkat produksi, biaya Zirkon mungkin melonjak hingga puluhan juta, sehingga menghadirkan tantangan untuk penerapan massal. Selain itu, tahap pengembangan yang intensif sumber daya menunjukkan kapasitas produksi yang terbatas, berpotensi berkisar antara beberapa lusin hingga beberapa ratus unit setiap tahunnya.

"Berbeda dengan klaim propaganda, kesesuaian Zirkon untuk tujuan yang dimaksudkan, yaitu menargetkan kapal perang besar dan kapal induk, masih belum pasti. Kompleksitas Zirkon dan kebutuhan sumber daya yang lebih tinggi dapat mengurangi tingkat produksi, sehingga menggarisbawahi tantangan yang dihadapi dalam penerapannya," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Pantai Harus Tampak Indah, tak Boleh Kumuh

23 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pantai Harus Tampak Indah, ...
Megapolitan
Hadapi Musim Kemarau Panjan...

Kamar Kos Jadi Lokasi Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Mahasiswi

33 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Kamar Kos Jadi Lokasi Rekon...

Dua Petenis Terus Bersaing Menuju Nomor Satu Dunia

38 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Dua Petenis Terus Bersaing ...

Indonesia Turun Full Team Buat Kikis Kekuatan Vietnam

45 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Indonesia Turun Full Team B...

Kapal Kandas karena Air Surut Dampak Kemarau Panjang

50 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Kapal Kandas karena Air Sur...
Megapolitan
Bapenda Kota Tangerang Sebu...

Pengembangan Produksi Tebu Terus Digencarkan

54 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pengembangan Produksi Tebu ...

Kewajiban Warga Menunaikan Tugas Fiskal Kini Dipermudah

59 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Kewajiban Warga Menunaikan ...

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.