Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

UNDP: 79 Persen Populasi Afghanistan Sulit Akses Air Minum

📅 Selasa, 26 Mar 2024, 00:00 WIB | Oleh:
UNDP: 79 Persen Populasi Afghanistan Sulit Akses Air Minum Doc: ANTARA/ XINHUA/SAIFURAHMAN SAFI
Ket. Anak-anak Afghanistan menunggu untuk mendapatkan air di Kabul, ibu kota Afghanistan, beberapa waktu lalu.

KABUL - Sekitar 79 persen populasi di Afghanistan kesulitan dalam mengakses air minum, menurut sebuah laporan dari Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (United Nations Development Programme/UNDP) Afghanistan.

Laporan yang dirilis, pada Jumat (22/3) itu, menyatakan kondisi kekeringan yang parah, ketidakstabilan ekonomi, dan berbagai dampak mengerikan dari konflik berkepanjangan secara signifikan melemahkan infrastruktur air di Afghanistan.

Seperti dikutip dari Antara, krisis itu berdampak lebih besar terhadap rumah tangga yang dikepalai oleh perempuan, yang menghadapi berbagai hambatan tambahan dalam mengakses fasilitas air publik, memperparah kerentanan mereka, menurut laporan itu.

Wilayah Afghanistan yang dikelilingi daratan (landlocked) sedang berjuang melawan kekeringan yang semakin parah.

Pemerintah sementara Afghanistan membangun sejumlah bendungan kecil, jaringan pasokan air, dan kanal air di seluruh negara tersebut guna menambah dan menyimpan air tanah.

Kondisi Memprihatinkan

Afghanistan memang kondisinya memprihatinkan. Perusahaan layanan kesehatan dan keamanan yakni International SOS, baru-baru ini merilis beberapa daftar negara di dunia, khususnya yang paling aman hingga berbahaya untuk dikunjungi pada 2024 mendatang.

Mengutip CNBC Internasional, di dalam Peta Risiko 2024, International SOS memberi peringkat negara-negara ini berdasarkan beberapa faktor, mulai dari keamanan, bahaya medis, serta dampak perubahan iklim.

International SOS merilis negara-negara dengan risiko medis "sangat tinggi", yang dinilai berdasarkan prevalensi penyakit menular seperti Covid dan standar layanan medis darurat. Negara yang masuk kategori ini, antara lain Afghanistan dan Korea Utara, serta beberapa negara Afrika termasuk Sudan dan Libya.

SOS Internasional juga memberi peringkat negara-negara berdasarkan perubahan iklim dan bagaimana hal itu dapat menyebabkan krisis dan bencana kemanusiaan. Namun bagi para pelancong, hal ini mungkin belum menjadi masalah.

"Kami melihat risiko-risiko ini menjadi semakin saling bergantung. Misalnya, memburuknya kondisi iklim dapat menyebabkan peningkatan risiko medis, khususnya perkembangan penyakit baru, atau peningkatan frekuensi penyakit yang sudah ada," kata Noriko Takasaki, Direktur Keamanan di International SOS.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Olahraga
Liverpool Gagal Menang di A...
Luar Negeri
Selamat Datang di Festival ...
Daerah
Kebakaran Kawah Ijen Sudah ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.