Kesenjangan Pekerja dan Lapangan Kerja di Negara Berkembang Masih Dalam
📅 Senin, 25 Mar 2024, 00:50 WIB | Oleh: Tim RedaksiDirektur Celios, Bhima Yudisthira, mengatakan langkah Bank Dunia perlu dicermati seolah mendorong keterlibatan investor global dalam membeli surat utang pemerintah sebagai cara agar porsi utang bank dunia berkurang.
"Cara ini sebenarnya mengarahkan lebih banyak negara masuk ke siklus utang yang makin buruk," tegas Bhima.
Untuk menarik minat investor global termasuk dana pensiun dan asuransi, dibutuhkan sweetener berupa suku bunga utang yang tinggi.
"Saran Bank Dunia bisa menjerumuskan negara seperti Indonesia ke dalam jeratan utang yang akan sulit di renegosiasi jika terjadi gagal bayar karena melibatkan lembaga privat," katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara itu, pengamat ekonomi dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Achmad Maruf, mengingatkan Indonesia agar tidak tergoda dengan bujukan Bank Dunia untuk terus berutang. Indonesia semestinya mengurangi utang terutama yang konsumtif agar bisa mandiri menentukan arah bangsa.
"Risiko jebakan utang merugikan semua aspek tidak hanya ekonomi, tapi juga politik. Lebih baik membangun atas kapasitas riil kita," kata Maruf.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!