Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

ISIS Mengaku Bertanggung Bawab Atas Serangan di Gedung Konser Moskow

📅 Sabtu, 23 Mar 2024, 15:48 WIB | Oleh:
ISIS Mengaku Bertanggung Bawab Atas Serangan di Gedung Konser Moskow Doc: Istimewa
Ket. Pasukan khusus Rusia bersiaga di sekitar lokasi serangan.

WASHINGTON - Kelompok Islamic State of Iraq and Syria atau Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) mengaku bertanggung jawab atas serangan di gedung konser Moskow pada hari Jumat (22/3) yang menyebabkan sedikitnya 40 orang tewas dan lebih dari 100 warga sipil terluka.

Dilansir oleh The Hill, kelompok tersebut mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut melalui pernyataan pada Jumat malam yang dibagikan oleh SITE Intelligence Group, sebuah kelompok konsultan intelijen nirlaba Amerika.

The Associated Press melaporkan sebelumnya pada hari Jumat, Kementerian Kesehatan Rusia merilis daftar 145 orang yang terluka.

Menurut The New York Times yang mengutip seorang pejabat, Amerika Serikat mengumpulkan informasi intelijen bahwa ISIS-Khorasan, juga dikenal sebagai ISIS-K, sebuah cabang yang berbasis di Afghanistan telah merencanakan serangan terhadap ibu kota Rusia, Moskow.

"ISIS ingin meningkatkan serangan," kata pejabat kontraterorisme AS, yang dikutip oleh The Times.

Rekaman video dari tempat pertunjukan musik Balai Kota Crocus menunjukkan setidaknya tiga pria bersenjata, mengenakan pakaian militer, menembaki orang-orang dengan senjata otomatis. Mereka juga melepaskan bahan peledak selama penyerangan tersebut, yang menyebabkan atap runtuh dan api menjalar ke seluruh bangunan.

Band rock Rusia Picnic dijadwalkan tampil di tempat tersebut, yang dapat menampung lebih dari 6.000 pendengar. Presiden Rusia Vladimir Putin telah diberi pengarahan mengenai penembakan tersebut.

"Setidaknya 115 orang dirawat di rumah sakit akibat serangan itu, termasuk lima anak-anak, sementara beberapa lainnya dirawat dan dipulangkan. Enam puluh pasien dewasa berada dalam kondisi kritis," kata Menteri Kesehatan Rusia, Mikhail Murashko

Lebih dari 50 ambulans, bersama dengan petugas pemadam kebakaran dan penegak hukum, dikirim ke lokasi kejadian.

Wali Kota Moskow, Sergei Sobyanin, mengatakan serangan itu adalah "tragedi besar" dan saat ini sedang diselidiki.

Juru bicara Gedung Putih, John Kirby, mengatakan, rekaman itu "sulit untuk ditonton," namun menambahkan tidak ada bukti keterlibatan Ukraina dalam serangan itu.

"Gambar-gambarnya sangat buruk. Sulit untuk ditonton, dan pikiran kami jelas akan tertuju pada para korban serangan penembakan yang sangat mengerikan ini," kata Kirby.

"Saat ini tidak ada indikasi bahwa Ukraina atau warga Ukraina terlibat dalam penembakan tersebut."

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Siswa Bermasalah Tak Layak Menerima Bantuan Biaya Sekolah

12 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Siswa Bermasalah Tak Layak ...

Haree Gini Masih Buang Sampah Sembarangan…Bakal Masuk Bui

17 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Haree Gini Masih Buang Samp...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
Crysencio Summerville
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.