Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Polisi Spanyol Geledah Kantor Federasi Sepak bola RFEF Atas Dugaan Korupsi

📅 Kamis, 21 Mar 2024, 12:38 WIB | Oleh: Tim Penulis
Polisi Spanyol Geledah Kantor Federasi Sepak bola RFEF Atas Dugaan Korupsi Doc: inside world football
Ket. Ilustrasi RFEF

MADRID - Kepolisian Spanyol melakukan pemeriksaan dan penggeledahan terhadap markas besar Federasi Sepak bola Spanyol (RFEF) dan rumah mantan presidennya, Luis Rubiales serta beberapa lokasi lainnya, sebagai bagian dari dugaan korupsi dan kejahatan-kejahatan lainnya, demikian disampaikan sumber pengadilan pada Rabu setempat.

Menurut media Spanyol, operasi itu merupakan bagian dari penyelidikan pengadilan terhadap kontrak-kontrak yang ditandatangani Rubiales agar Piala Super Spanyol dapat dimainkan di Arab Saudi.

Kontrak-kontrak itu bernilai sekira 40 juta euro per tahun, dan dapat terwujud akibat peran perusahaan milik mantan pemain Barcelona Gerard Pique, Kosmos, yang bertindak sebagai perantara.

Operasi itu mencakup pencarian di sejumlah lokasi di Spanyol, seperti markas RFEF di Las Rozas, di pinggir Madrid, dan properti milik Rubiales di Granada. Rubiales sendiri saat ini tinggal di luar Spanyol.

"Saya jelas sangat terkejut dengan semua ini. Saya telah bekerja selama berbulan-bulan di sini, di Republik Dominika. Saya berada di sini selama satu bulan penuh, dan faktanya, keluarga saya akan datang dan merayakan Paskah bersama saya," kata Rubiales kepada stasiun televisi Spanyol, Telecinco, yang dikutip AFP.

Rubiales mengundurkan diri sebagai presiden RFEF pada September silam setelah ia memaksa mencium bintang Spanyol di Piala Dunia Putri Jenni Hermoso. Insiden itu memicu kemarahan dari segenap penjuru dunia.

Pada Januari, hakim Spanyol mengatakan Rubiales akan menghadapi persidangan terkait insiden itu.

Sebaiknya Anda baca juga:

Polisi melakukan pemeriksaan di lebih dari 11 lokasi, sebagai bagian dari investigasi dugaan kriminal terkait korupsi dalam bisnis, pelanggaran administrasi, dan pencucian uang, demikian disampaikan sumber dari pengadilan.

Sejumlah narasumber mengatakan sejauh ini empat orang telah ditahan, termasuk penasehat hukum eksternal RFEF Tomas Gonzalez Cueto dan dua direktur RFEF.

Polisi juga melakukan penyelidikan di markas Sevilla, Stadion La Caruja. Stadion itu merupakan tempat berlangsungnya final Piala Raja yang direncanakan berlangsung pada 6 April mendatang.

Media Spanyol mengatakan tidak dilakukan penangkapan di markas besar RFEF. Markas besar tersebut saat ini juga sedang menampung tim nasional Spanyol, yang melakukan persiapan untuk pertandingan-pertandingan persahabatan melawan Kolombia dan Brasil.

"Saya tidak tahu mengenai hal itu (operasi polisi), kami berlatih seperti biasa," kata kiper Spanyol David Raya.

Piala Super Spanyol dimainkan untuk pertama kalinya di Arab Saudi pada 2020. Setelah ajang tersebut sempat kembali digelar di Spanyol karena pandemi COVID-19, tiga ajang selanjutnya kembali dimainkan di Arab Saudi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Olahraga
Iran Membidik Langkah Berse...
Daerah
DLH Cirebon Kerahkan 9 Truk...
Daerah
Kasus yang Melingkungi Proy...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.