“Permata Karibia' di Kolombia yang Perlahan Tenggelam Seiring Naiknya Air Laut
📅 Sabtu, 16 Mar 2024, 02:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: AFP/Luis ACOSTA
Sebuah kerangka manusia tampak teronggok terkena cuaca saat perairan Karibia yang berwarna biru kehijauan menerjang pantai dekat makam yang hancur. Gambaran ini merupakan sebuah pengingat mengerikan bahwa Kota Cartagena di Kolombia, perlahan-lahan digerus oleh air laut.
Karena komunitas dataran rendah di seluruh dunia saat ini berada di garis depan dalam memerangi krisis iklim, kondisi kota berjuluk "Permata Karibia" ini pun sangat rentan. Di Tierra Bomba, sebuah pulau kecil di Teluk Cartagena, kuburan yang dulunya dibangun pada jarak yang aman dari pantai telah hancur akibat banjir rob yang berulang kali, sementara rumah-rumah tercabik ombak.
Kelly Mendoza melihat dua tetangganya kehilangan rumah, dan pada malam hari, perempuan berusia 31 tahun itu mendengar suara ombak menghantam dinding kamar tidurnya.
"Saya terkejut ketika ombak menghantam tembok dan kemudian saya mendapati diri saya di laut, di tempat tidur saya," tutur dia.
Cartagena, pusat wisata di bagian utara Kolombia, mungkin berada hampir satu meter di bawah air pada akhir abad ini, kata para ahli. "Peningkatan permukaan laut di wilayah pesisir Cartagena disebabkan oleh dua faktor," kata ilmuwan lingkungan asal Kanada, Marko Tosic, salah satu penulis penelitian yang menunjukkan bahwa air di sana meningkat lebih cepat dibandingkan rata-rata global.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dia mengatakan pemanasan global yang mencairkan lapisan es dan gletser di kutub, dikombinasikan dengan erosi yang menenggelam daratan karena faktor tektonik serta kehadiran gunung berapi bawah laut, turut mempercepat kenaikan permukaan laut di wilayah tersebut.
"Formasi vulkanik ini berlumpur, dan sedikit demi sedikit gravitasi memberikan tekanan pada mereka, menyebabkan dataran menjadi rata dan kota tenggelam," ungkap Tosic.
Studi tersebut, yang diterbitkan pada tahun 2021 oleh jurnal ilmiahNature, mengatakan permukaan laut di Cartagena telah meningkat sekitar 7,02 milimeter per tahun sejak awal abad ke-21, "tingkat yang lebih tinggi" dari rata-rata global sebesar 2,9 milimeter. Para peneliti mengatakan permukaan laut di teluk itu bisa naik 26 sentimeter pada tahun 2050 dan 76 sentimeter pada tahun 2100.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Ini adalah perubahan yang sangat kecil ketika kita berbicara tentang milimeter selama bertahun-tahun, tapi banjir akan terasa," kata Tosic.
Cartagena, sebuah situs Warisan Dunia UNESCO, adalah kota era kolonial yang pernah menjadi titik panas konflik antara kekuatan Eropa yang bersaing untuk menguasai "Dunia Baru", yang mengakibatkan Spanyol membangun beberapa benteng militer paling luas di kota-kota Amerika selatan di seluruh dunia. Kota tua bersejarah, benteng besar, dan pantai-pantai indah menjadikan Cartagena sebagai daya tarik wisata.
Kini, sebuah mesin sedang bekerja keras membangun benteng baru yaitu tembok laut sepanjang 4,5 kilometer untuk melindungi kota dari gangguan perairan. Di sepanjang garis pantai, gedung-gedung bertingkat berdiri hanya beberapa meter dari laut.
Menurut kantor walikota, sekitar 80 persen lingkungan di kota yang sebagian besar datar dan permukaan lautnya berada di atas permukaan laut, akan berisiko terkena banjir tanpa perlindungan tembok laut ini.
Enggan Menghindar
Tosic memperingatkan bahwa masyarakat miskin memiliki lebih sedikit alat untuk melindungi diri mereka dari kekuatan alam.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!