Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Menkomdigi Kecam Keras Penahanan Jurnalis Indonesia dalam Misi Kemanusiaan ke Gaza

📅 Selasa, 19 Mei 2026, 10:23 WIB | Oleh: Tim Penulis
Menkomdigi Kecam Keras Penahanan Jurnalis Indonesia dalam Misi Kemanusiaan ke Gaza Doc: ANTARA
Ket. Arsip Foto - Menteri Komunikasi dan Digital RI Meutya Hafid.

JAKARTA - Menteri Komunikasi dan Digital RI (Menkomdigi) Meutya Hafid mengecam keras tindakan militer Israel mencegat dan menahan rombongan misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 yang sedang menuju ke Gaza, Palestina.

Rombongan itu mencakup jurnalis asal Indonesia yang sedang menjalankan tugas jurnalistik, yakni Bambang Noroyono dan Thoudy Badai dari Republika serta Andre Prasetyo Nugroho dari Tempo.

"Kami mengikuti dengan penuh keprihatinan kabar mengenai jurnalis Indonesia yang tengah menjalankan tugas peliputan dalam misi kemanusiaan menuju Gaza. Di tengah situasi konflik, keselamatan insan pers harus selalu menjadi perhatian kita semua," kata Menkomdigi dalam keterangan pers pemerintah yang diterima di Jakarta pada Selasa.

Ia menekankan bahwa para jurnalis hadir untuk menyampaikan suara kemanusiaan dan fakta kepada publik, karenanya mesti dihormati dan diberi ruang aman.

Menurut Kementerian Luar Negeri RI, setidaknya ada 10 kapal dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 yang ditahan oleh aparat Israel, termasuk kapal Amanda, Barbaros, Josef, dan Blue Toys.

Hingga kini, kapal yang membawa para jurnalis belum dapat dihubungi dan status awak di dalamnya belum diketahui pasti.

Menkomdigi mendukung upaya diplomatik Kementerian Luar Negeri RI untuk memastikan perlindungan dan keselamatan seluruh warga negara Indonesia yang menjadi bagian dari rombongan misi kemanusiaan menuju Gaza, yang sedang menghadapi krisis kemanusiaan akibat serangan Israel.

"Kemkomdigi akan terus berkoordinasi dengan Kemlu dan pihak terkait lainnya untuk memantau perkembangan dan mendukung langkah perlindungan bagi warga negara Indonesia dalam misi tersebut," katanya.

Kementerian Luar Negeri RI menyatakan telah berkoordinasi dengan KBRI Ankara, KBRI Kairo, dan KBRI Amman guna menyiapkan upaya pelindungan serta pemulangan warga negara Indonesia yang berpartisipasi dalam misi kemanusiaan menuju Gaza apabila diperlukan.

"Doa dan harapan kami menyertai seluruh jurnalis dan relawan kemanusiaan agar senantiasa diberikan keselamatan," demikian Meutya Hafid.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
IESR: Pulau Sumbawa Punya P...

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

45 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Megapolitan
Mau Tawuran, Dua Pemuda Baw...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Nasional
Tanggapan Istana Usai Wamen...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.