Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ini Kisah Rifky Alhabsyi dan Istri Jalani Program Bayi Tabung Setelah 9 Tahun Menanti

📅 Selasa, 19 Mei 2026, 10:38 WIB | Oleh:
Ini Kisah Rifky Alhabsyi dan Istri Jalani Program Bayi Tabung Setelah 9 Tahun Menanti Doc: Primaya Evasari Hospital
Ket. dr. Laura Leandra Setiawan - CEO Smart Fertility Clinic, dr. Darma Syanty, Sp.OG., Subsp. FER. - Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi, Rifky Alhabsyi & Istri, dr. Desy Dewi Saraswati, Sp. A - Dokter Spesialis Anak, dr. Wily Kurniady, MARS - Direktur Primaya Evasari Hospital saat melakukan konferensi pers di Primaya Evasari Hospital, Jakarta.

JAKARTA — Penantian panjang selama sembilan tahun akhirnya berbuah kebahagiaan bagi pasangan Rifky Alhabsyi dan Yulia Rahmayani. Sang istri telah melahirkan bayi laki-laki dengan berat 2,45 kilogram dan panjang 45 sentimeter setelah pasangan itu menjalani perjuangan panjang menghadapi infertilitas.

Anakn mereka lahir melalui program bayi tabung atau in vitro fertilization (IVF) bersama Smart Fertility Clinic dan proses persalinan di Primaya Evasari Hospital. Pasangan ini akhirnya berhasil menyambut kelahiran putra pertama mereka yang diberi nama Muhammad Rafasya Zayyan Alhabsyi.

Yulia diketahui mengalami gangguan pada saluran reproduksi hingga harus menjalani operasi pengangkatan kedua tuba falopi atau salpingektomi. Kondisi tersebut membuat kehamilan secara alami maupun melalui inseminasi tidak memungkinkan, sehingga program IVF menjadi satu-satunya pilihan untuk memperoleh keturunan.

Rifky mengatakan keputusan menjalani program IVF sebenarnya telah dipertimbangkan sejak tahun 2022. Namun, keduanya baru memulai proses secara serius pada 2025 setelah mempersiapkan mental dan kondisi yang matang.

Program IVF dimulai pada Februari 2025 melalui prosedur Ovum Pick Up (OPU), kemudian dilanjutkan dengan Frozen Embryo Transfer (FET) pada September 2025. Dua pekan setelah proses transfer embrio, kantong kehamilan mulai terlihat.

“Perjalanan kami untuk mendapatkan buah hati bukan proses yang mudah. Selama bertahun-tahun kami belajar untuk tetap kuat, pasrah namun tidak menyerah, dan saling mendukung satu sama lain,” ungkap Rifky.

Ia mengungkapkan, setelah operasi pengangkatan tuba falopi, dirinya dan sang istri sempat berkonsultasi dengan tujuh dokter dan satu profesor sebelum akhirnya memilih Smart Fertility Clinic untuk menjalani program IVF.

Selain itu, pasangan tersebut memilih Primaya Evasari Hospital sebagai tempat persalinan karena merasa nyaman dengan layanan yang diberikan sejak awal program kehamilan hingga proses persalinan berlangsung.

Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi Primaya Evasari Hospital, dr. Darma Syanty, Sp.OG., Subsp. FER., menjelaskan bahwa setiap pasangan memiliki tantangan fertilitas yang berbeda. Namun, peluang kehamilan tetap dapat diupayakan melalui pendekatan medis yang tepat.

Menurutnya, pada kasus kerusakan tuba falopi yang sudah tidak dapat berfungsi, IVF menjadi pilihan terbaik untuk memperoleh kehamilan. “Yang sangat berkesan dari perjalanan Rifky dan Yulia adalah bagaimana mereka menjalani seluruh proses dengan penuh kepasrahan, tetapi tidak pernah kehilangan harapan,” katanya.

Ia menambahkan, dukungan keluarga dan lingkungan terdekat juga memberikan pengaruh positif terhadap kondisi emosional pasangan selama menjalani program kehamilan. Dalam kasus tersebut, hanya terdapat satu embrio yang berhasil berkembang hingga akhirnya menghasilkan kehamilan.

CEO Smart Fertility Clinic, dr. Laura Leandra Setiawan, menyampaikan rasa syukur karena dapat menjadi bagian dari perjalanan pasangan tersebut dalam mewujudkan impian memiliki anak.

“Kami berharap kisah ini dapat menjadi inspirasi bagi para pejuang garis dua bahwa harapan untuk memiliki buah hati selalu ada,” ujarnya.

Selain keberhasilan program IVF, proses persalinan Yulia juga didukung layanan maternal terintegrasi di Primaya Evasari Hospital. Dalam persalinan, pasien mendapatkan metode ERACS (Enhanced Recovery After Cesarean Surgery) yang dikombinasikan dengan TAP Block (Transversus Abdominis Plane block) untuk membantu mengurangi nyeri pascaoperasi dan mempercepat pemulihan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Olahraga
Puluhan Ribu Orang Ikuti Lo...
Olahraga
Piala Dunia: Brasil Ditahan...
Olahraga
Turnamen Bulu Tangkis Khusu...
Olahraga
Piala Dunia, Beruntung Timn...
Megapolitan
Ramalan Cuaca, Jakarta Sian...

Hari Emas Minggu Pagi Ini Naik Tipis

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Hari Emas Minggu Pagi Ini N...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Puluhan Ribu Orang Ikuti Lomba Lari Jakarta Internasional Maraton

Puluhan Ribu Orang Ikuti Lomba Lari Jakarta Internasional Maraton

14 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.