Perahu KM Bima Suci Tenggelam Ditabrak Kapal Kargo di Perairan Kalianda Lampung Selatan, 1 Nelayan Hilang
📅 Selasa, 05 Mei 2026, 19:24 WIB | Oleh: Opik
Doc: ANTARA/HO
LAMPUNG SELATAN - Sebuah perahu nelayan KM Bima Suci dilaporkan tenggelam setelah ditabrak kapal kargo di perairan Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan, pada Selasa dini hari.
Insiden tersebut yang menyebabkan satu nelayan dinyatakan hilang dan tiga nelayan berhasil selamat.
Kepala Pos SAR Bakauheni Basarnas Lampung Rezie Kuswara di Kalianda, Selasa (5/5), menyatakan peristiwa kecelakaan laut tersebut terjadi sekitar pukul 03.00 WIB di perairan Desa Merak Belantung, Kecamatan Kalianda.
“Iya benar, info awal kecelakaan kapal nelayan tertabrak kapal kargo di perairan Kalianda pada Selasa 5 Mei 2026 pukul 03.00 WIB,” kata dia.
Ia menjelaskan kronologi kejadian itu bermula pada Senin 4 Mei 2026 sekitar pukul 08.00 WIB KM Bima Suci pergi untuk mencari ikan di perairan Merak Belantung. Ketika dalam perjalanan pada dini hari berikutnya, 5 Mei 2026 pukul 03.00 kapal mereka ditabrak oleh kapal kargo yang melintas di jalur yang sama.
Sebaiknya Anda baca juga:
Akibat tabrakan tersebut, kapal nelayan tidak mampu bertahan dan akhirnya tenggelam.
Berdasarkan data dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), terdapat empat orang di dalam kapal itu saat kejadian berlangsung.
“Dengan total POB (Person On Board) 4 orang, 3 orang dari kecelakaan tersebut selamat dan 1 orang hilang,” ucap Rezie Kuswara.
Sebaiknya Anda baca juga:
Tiga nelayan berhasil menyelamatkan diri, sementara satu orang lainnya hingga kini masih dalam pencarian oleh tim Search and Rescue (SAR).
Usaha pencarian terus dilakukan melibatkan berbagai unsur, yaitu Basarnas, nelayan setempat, serta pihak terkait lainnya.
Insiden tersebut menjadi perhatian terkait keselamatan pelayaran, kata dia, terutama di wilayah yang menjadi jalur padat kapal besar dan aktivitas nelayan tradisional.
Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Lampung mengimbau para nelayan untuk meningkatkan kewaspadaan saat melaut, khususnya pada malam hingga dini hari, serta memastikan penggunaan alat penerangan dan komunikasi yang memadai sebelum berlayar.
Hingga saat ini, fokus utama tim Search and Rescue (SAR) adalah melakukan pencarian terhadap satu nelayan yang masih hilang. Operasi pencarian dilakukan dengan menyisir lokasi kejadian dan area sekitarnya.
Kerahkan Pencarian
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!