Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Istana Siak, Jejak Kebesaran Kesultanan Riau di Masa Lalu

📅 Sabtu, 16 Mar 2024, 06:10 WIB | Oleh:
Istana Siak, Jejak Kebesaran  Kesultanan Riau di Masa Lalu Doc: antara/ FB Anggoro

Di tepi aliran Sungai Siak masih berdiri dengan megah Istana Siak Sri Indrapura yang memiliki corak desain Melayu, Arab, dan Eropa. Bangunan berwarna kuning ini memamerkan berbagai peninggalan masa kejayaan kerajaan.

Siak merupakan salah satu kerajaan yang pernah berkuasa di Riau. Bernama Kesultanan Siak Sri Indrapura, kerajaan ini didirikan pada 1723 Masehi oleh Raja Kecik yang bergelar Sultan Abdul Jalil Rahmat Syah, putera Raja Johor bernama Sultan Mahmud Syah, dengan istrinya Encik Pong, dengan pusat kerajaan Siak berada di Buantan.

Konon nama Siak berasal dari nama sejenis tumbuh-tumbuhan yaitu siak-siak yang banyak terdapat di sekitar kerajaan. Nama ini juga menjadi nama sungai yang alirannya melewati depan istana dan berhulu di Kabupaten Rokan Hulu serta bermuara di Selat Malaka.

Sebelum Kerajaan Siak berdiri, daerah Siak berada dibawah kekuasaan Johor. Orang yang memerintah dan mengawasi daerah ini adalah raja yang ditunjuk dan diangkat oleh Sultan Johor. Namun sudah hampir 100 tahun, wilayah ini tidak ada yang memerintah hanya diawasi oleh syahbandar yang ditunjuk untuk memungut cukai hasil hutan dan hasil laut.

Pada awal 1699, Sultan Kerajaan Johor bergelar Sultan Mahmud Syah II mangkat karena dibunuh Magat Sri Rama. Istrinya yang bernama Encik Pong pada waktu itu sedang hamil dilarikan ke Singapura, lalu diteruskan menuju ke Jambi.

Dalam perjalanan itu lahirlah Raja Kecik dan kemudian dibesarkan di Kerajaan Pagaruyung Minangkabau. Sementara itu pucuk pimpinan Kerajaan Johor diduduki oleh Datuk Bendahara tun Habib yang bergelar Sultan Abdul Jalil Riayat Syah.

Setelah Raja Kecik dewasa, ia berhasil merebut kembali takhta Johor pada 1717. Tetapi pada 1722, Kerajaan Johor tersebut direbut kembali oleh Tengku Sulaiman, ipar dari Raja Kecik yang merupakan putera Sultan Abdul Jalil Riayat Syah. Untuk merebut wilayah tersebut ia Tengku Sulaiman dibantu oleh beberapa bangsawan Bugis.

Terjadilah perang saudara yang mengakibatkan kerugian yang cukup besar pada kedua belah pihak. Akhirnya masing-masing pihak mengundurkan diri dari wilayah yang diperebutkan. Pihak Johor mengundurkan diri ke Pahang, dan Raja Kecik mengundurkan diri ke Bintan.

Selanjutnya Raja Kecik mendirikan negeri baru di pinggir di Sungai Buantan, sebuah anak Sungai Siak. Pusat kerajaan kemudian selalu berpindah-pindah dari Kota Buantan pindah ke Mempura, pindah kemudian ke Senapelan Pekanbaru dan kembali lagi ke Mempura.

Semasa pemerintahan Sultan Ismail dengan Sultan Assyaidis Syarif Ismail Jalil Jalaluddin (1827-1864), pusat Kerajaan Siak dipindahkan ke kota Siak Sri Indrapura. Kerajaan kemudian menetap di sini sampai akhirnya masa pemerintahan Sultan Siak terakhir yaitu Sultan Syarif Kasim II.

Pada masa pemerintahan sultan ke-11 yaitu Sultan Assayaidis Syarief Hasyim Abdul Jalil Syaifuddin yang memerintah pada tahun 1889-1908, pembangunan Istana Siak yang megah itu dimulai. Istana ini diberi nama Istana Asserayah Hasyimiah yang dibangun pada tahun 1889.

Ketika masa pemerintahan Sultan Syarif Hasyim ini, Siak mengalami kemajuan terutama dibidang ekonomi. Dan masa itu pula Sultan Syarif Hasyim berkesempatan melawat ke Eropa yaitu Jerman dan Belanda. Hal ini terlihat dari koleksi benda-benda yang tersimpan di istana yang sekarang menjadi museum.

Cagar Budaya

Istana Siak Sri Indrapura yang terbuka untuk umum bisa dikunjungi untuk melihat kejayaan Melayu Islam. Alamatnya saat ini berada di Jalan Sultan Syarif Kasim, Kampung Dalam, Kecamatan Siak, Kabupaten Siak, Provinsi Riau.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Jepang akan Menaikan Biaya Visa Lima Kali Lipat Mulai 1 Juli

35 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Jepang akan Menaikan Biaya ...
Rona
Batasan Mengonsumsi Kafein ...
Waspada! Prakiraan Cuaca BMKG Ada Potensi Hujan Pemicu Banjir dan Longsor di Sumut Rabu Besok

Waspada! Prakiraan Cuaca BMKG Ada Potensi Hujan Pemicu Banjir dan Longsor di Sumut Rabu Besok

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.