Istana Siak, Jejak Kebesaran Kesultanan Riau di Masa Lalu
📅 Sabtu, 16 Mar 2024, 06:10 WIB | Oleh: Haryo BronoDari Ibukota Provinsi Riau, Pekanbaru, jaraknya cukup jauh, mencapai 110,7 kilometer melewati Jalan Buatan - Siak. Waktu tempuh menuju istana dengan nama lain Istana Asserayah Hasyimiah atau Istana Matahari Timur adalah 2 jam 32 menit ke arah timur laut dari kota tersebut.
Istana Siak yang saat ini berstatus sebagai cagar budaya yang ditetapkan pada 3 Maret berdiri di atas lahan seluas 3,2 hektare. Di sebelah kanan ada Istana Peraduan yang menjadi mas kawin Sultan Syarif Kasim II dengan Permaisuri Tengku Syarifah Latifah. Bangunannya berwarna putih dengan atap limas dengan atap berwarna merah.
Bangunan utama sendiri berwarna berwarna kuning air melambangkan kebesaran dan kejayaan Siak yang berada di Kabupaten Siak yang memiliki julukan "Kota Matahari Timur". Desainnya yang mengambil perpaduan antara corak Melayu, Arab, dan Eropa, terlihat jelas pada bentuk pintu dan jendela.
Para pengunjung museum diperkenankan masuk hingga ke dalam istana untuk melihat-lihat peninggalan kerajaan. Di lobi utama buat diorama, berupa singgasana kerajaan dengan beberapa manekin atau patung peraga yang menggambarkan pertemuan Sultan Siak dengan para bawahannya. Boneka-boneka ini mengenakan pakaian berupa celana panjang, sarung, baju hitam, dan ikat kepala khas adat Riau
Sebaiknya Anda baca juga:
Di istana juga dipamerkan replikasi mahkota raja yang dibuat semasa pemerintahan Sultan Siak ke-10 yaitu Assyaidis Syarif Kasim Syaifuddin (Syarif Kasim I). Meski tiruan, mahkota ini berlapis emas dan bertaburkan permata. Disebutkan bahwa mahkota asli dari replika ini berada di Museum Nasional Jakarta.
Ada juga cermin milik permaisuri Tengku Agung. Cermin ini merupakan salah satu koleksi istana yang menjadi favorit wisatawan. Untuk bercermin disarankan untuk membasuh muka di air perigi (sumur) belakang Istana sambil bersalawat terlebih dahulu.
Setelah bercermin, dipercaya wajah akan menyalakan aura kecantikan dan berseri layaknya seorang permaisuri. Selain itu cermin ini dipercaya dapat membuat mereka yang bercermin menjadi awet muda. Menurut riwayatnya cermin ini terbuat dari kristal berdesain mewah yang dibeli Sultan Siak XI yaitu Sultan Syarif Hasyim saat berkunjung ke Eropa sebagai hadiah untuk pemaisurinya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ditampilkan juga juga kursi raja berwarna emas ditampilkan di dalam sebuah lemari kaca. Rangka kursi yang berbahan kuningan dipenuhi dengan ukiran. Dalam sejarahnya kursi ini pernah hilang sebelum dikonservasi kembali oleh Museum Nasional Jakarta.
Di dalam istana juga terdapat meja makan panjang dan lebar. Meja ini dilengkapi dengan 10 kursi dengan kerangka dari kayu dengan jok berwarna merah. Kursi ini berguna untuk menjamu para tamu Sultan yang hadir di kerajaan.
Ada juga kursi makan permaisuri raja yang dilengkapi dengan kursi kristal buatan Cekoslovakia. Untuk penerangan, ruangan ini di atasnya meja terpasang lampu kristal di atasnya, dengan bahan bakar dari minyak kelapa.
Alat musik Komet buatan Jerman bertahun 1890-an juga tersimpan di istana ini. Alat yang hanya ada dua di dunia, satu berada di Jerman dibawa langsung oleh Sultan Hasyim dalam lawatan ke Eropa. Dengan dimensi ukuran 1 x 1 x 3 meter, alat ini sejenis fonograf dengan piringannya berupa lempengan baja berdiameter 1 meter.
Fonograf adalah mesin yang berguna untuk merekam suara. Suara disimpan setelah ditangkap oleh silinder. Bagian bawah tempat disimpannya lempengan baja yang berisi lagu-lagu dari komponis terkenal.
Alat musik Komet terdiri jadi dua bagian, atas dan bawah. Bagian atas yang berdinding kaca sebagai tempat diputarnya fonograf. Bagian bawah alat musik Komet, berisi lempengan baja dengan titik-titik timbul.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!