Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bapanas Dorong Peningkatan Produksi Daging Lokal

📅 Kamis, 14 Mar 2024, 09:52 WIB | Oleh: Tim Penulis
Bapanas Dorong Peningkatan Produksi Daging Lokal Doc: ISTIMEWA

JAKARTA - Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengungkapkan pentingnya peningkatan produksi daging lokal atau di dalam negeri. Swasembada daging diharapkan dapat menghentikan importasi yang kerap dilakukan, terlebih jika terjadi lonjakan harga di dalam negeri.

"Maka dari itu, kita bolak-balik mendorong stop impor daging, kita mendorong produksi daging dalam negeri ditingkatkan," ujar Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi di Jakarta, Rabu (13/3).

Arief mengatakan, kalau harga daging tinggi memang karena banyak melakukan importasi. Dirinya mencontohkan importasi daging pada hari ini di mana harga daging di Australia mencapai 8,59 dollar Australia, lalu nilai tukar (currency rate) dolar Australia terhadap Rupiah sudah di atas 10.000 rupiah.

"Kalau kita tergantung sama impor, konsekuensinya pada saat nilai tukar mata uang asing terhadap Rupiah lebih tinggi atau harga daging di negara asal sedang tinggi maka akan langsung berdampak ke kita," katanya.

Terkait importasi daging tentunya sudah melalui rapat koordinasi teknis (rakornis) bersama kementerian/lembaga eselon I, kemudian naik ke rapat koordinasi terbatas (rakortas), sehingga sudah diputuskan bersama-sama.

"Kemudian kalkulasinya tentunya ada pertimbangannya, kita kemarin waktu dengan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Bapak Tito Karnavian dalam rakor bersama kementerian/lembaga dan gubernur serta bupati/walikota seluruh Indonesia, kita sampaikan bahwa ketersediaan adalah nomor satu kemudian harga mengikuti," kata Arief.

Terkait soal izin impor daging, Arief mengatakan bahwa izin tidak terlambat. "Tidak terlambat, daging sapi dan daging kerbau sekarang ada stoknya baik di pasar tradisional maupun supermarket," katanya.

Menurut dia, timeline-nya terlihat malah sekarang Bapanas mendorong bahwa neraca komoditas itu sudah Bapanas selesaikan pada Desember. Tinggal sekarang Bapanas mendorong.

Sebagai informasi, Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin mengemukakan Indonesia berpeluang menekan impor daging sapi melalui pengembangan peternakan sapi di Sulawesi, Kalimantan, dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Belajar merangkai kain batik di Semarang

39 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Ekonomi
Digitalisasi ekonomi melalu...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.