Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemprov Perkirakan Produksi Padi di Lampung pada Januari-April Sebanyak 1,2 Juta Ton

📅 Selasa, 12 Mar 2024, 18:57 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemprov Perkirakan Produksi Padi di Lampung pada Januari-April Sebanyak 1,2 Juta Ton Doc: ANTARA/Ruth Intan Sozometa Kanafi
Ket. Ilustrasi- Lahan sawah milik petani yang ada di Kabupaten Lampung Timur.

BANDARLAMPUNG - Dinas Ketahanan Pangan Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Lampung memperkirakan produksi padi pada periode Januari-April 2024 mencapai 1,2 juta ton.

"Perkiraan produksi padi dari Januari sampai April tahun ini sekitar 1,2 juta ton," ujar Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan Dinas Ketahanan Pangan Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Lampung Ida Rachmawati, di Bandarlampung, Senin (11/3).

Seperti dikutip dari Antara, Ida mengatakan produksi sebanyak 1,2 juta ton itu berasal dari perkiraan hasil panen di periode Maret-April sebanyak 840 ribu ton yang didapat dari penanaman padi di lahan seluas 140 hektare dengan produktivitas per hektare sebanyak 6 ton.

Pada periode April-Mei, produksi padi diperkirakan sebanyak 450 ribu ton dari lahan pertanaman seluas 75 ribu hektare.

"Panen raya ini bisa terjadi di akhir Maret-Mei, karena memang akibat El Nino di Oktober 2023 penanaman hanya 5.000 hektare. Jadi penanaman bergeser di saat hujan di Desember, petani mulai tanam besar-besaran. Tapi di Februari memang panen masih sedikit jadi ada peningkatan harga beras di pasaran," kata Ida.

Ida menjelaskan untuk masa tanam padi di wilayahnya tertinggi terjadi pada Januari 2024, dengan luas tanam mencapai 148 ribu hektare.

"Kemudian hingga 22 Februari sudah ada luas tanam seluas 48 ribu hektare dan terus bertambah, ini yang akan dipanen raya pada April-Mei mendatang," ucap dia.

Menurut dia, dengan adanya panen raya yang sebentar lagi tiba diharapkan dapat kembali menstabilkan harga beras di pasaran.

"Ketersediaan beras ini aman kalau panen, biasanya sesuai hukum ekonomi kalau ketersediaan ada maka harga turun. Perkiraan Maret-April ini harga beras bisa berangsur turun dan stabil karena lahan pertanian sudah mulai banyak yang panen," tambahnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.