Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

BRIN: Pemasangan Cermin dan Kamera Observatorium Timau Pertengahan 2024

📅 Selasa, 12 Mar 2024, 17:16 WIB | Oleh:
BRIN: Pemasangan Cermin dan Kamera Observatorium Timau Pertengahan 2024 Doc: ANTARA/HO-BRIN
Ket. Observatorium Nasional Timau yang berdiri di Gunung Timau, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur.

JAKARTA - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memastikan kegiatan pemasangan cermin dan kamera Observatorium Nasional Timau di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, berlangsung paling lambat pada pertengahan tahun 2024.Peneliti Astronomi dan Astrofisika BRIN Thomas Djamaluddin dalam penyataan yang dikutip di Jakarta, Selasa, mengatakan jalan telah terbangun mulus dan listrik baru saja masuk ke fasilitas pengamatan benda-benda langit tersebut.

"Semula ditargetkan Februari, tetapi kemudian sudah diberi batas paling lambat pertengahan tahun 2024. Jadi pertengahan tahun ini diharapkan cermin dan kamera selesai dipasang," ujarnya.

Thomas menuturkan cermin primer dan sekunder sudah tersedia, namun belum dipasang Observatorium Nasional Timau. Adapun cermin yang saat ini sudah terpasang adalah cermin tersier ketiga.

Menurutnya, kamera Optika dan Nirca saat ini masih berada di Jepang. Pihak Jepang ingin pemasangan kamera dan cermin dilakukan sekaligus. "Setelah pemasangan cermin dan kamera, maka enam bulan kemudian lebih ke arahcommissioning," kata Thomas.Commissioningmerupakan serangkaian proses dan aktivitas untuk memastikan semua sistem, peralatan, dan komponen dalam instalasi beroperasi sesuai dengan spesifikasi, standar, dan persyaratan yang telah ditetapkan.

Thomas mengatakan durasi pengujian berlangsung sejak Juli sampai Desember 2024.

Terdapat dua kali proses pengujian, yaituengineering first lightuntuk mengetahui secara teknis cahaya bisa diterima oleh kamera danscientific first lightuntuk pengamatan objek-objek langit.

"Pengujian ditargetkan sebelum akhir tahun ini, baik itu engineering first lightmaupunscientific first lightsudah bisa dilakukan," kata Thomas.

Observatorium Nasional Timau merupakan observatorium untuk pengamatan antariksa yang mempunyai fasilitas utama berupa teleskop optik dengan diameter 3,8 meter dan teleskop radio berbentuk parabola dengan diameter 20 meter.

Teleskop optik berdiameter 3,8 meter itu jauh lebih besar ketimbang teleskop yang saat ini dimiliki oleh Thailand berukuran 2,4 meter. Ukuran teleskop yang besar dapat mempertajam penglihatan terhadap benda-benda langit yang memiliki cahaya lebih redup.

Observatorium Nasional Timau juga memiliki dua teleskop optik berukuran kecil dengan diameter 50 sentimeter, antena Dipole Array berukuran 100 meter x 100 meter, dan magnetometer. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Indonesia Vs Oman 3-0, Tambah Gol Keunggulan dari Kaki Ragnar Oratmangoen di Babak Kedua

Indonesia Vs Oman 3-0, Tambah Gol Keunggulan dari Kaki Ragnar Oratmangoen di Babak Kedua

05 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.