Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Implementasi Kurikulum Merdeka Tak Perlu Buru-buru

📅 Jumat, 08 Mar 2024, 03:03 WIB | Oleh:
Implementasi Kurikulum Merdeka Tak Perlu Buru-buru Doc: Koran Jakarta/M.Ma'ruf
Ket. Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim, dalam Rapat Kerja dengan Komisi X DPR RI, di Jakarta, Kamis (7/3).

Mendikbudristek menilai implementasi Kurikulum Merdeka tidak perlu terburu-buru karena masih ada waktu tiga tahun untuk masa transisi.

JAKARTA - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) berencana menjadikan Kurikulum Merdeka sebagai kurikulum nasional tahun ini. Adapun saat ini 75 persen sudah mengimplementasikan Kurikulum Merdeka dan 25 persen sisanya belum mengimplementasikan.

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim, mengatakan sekolah yang belum mengimplementasikan Kurikulum Merdeka tidak perlu terburu-buru. Masih ada waktu sampai tiga tahun ke depan untuk melakukan transisi.

"Kami mengetahui mayoritas dari sekolah sudah melakukan transisi dan sisanya 25 persennya diberikan waktu 3 tahun ke depan untuk melakukan transisi ini," ujar Nadiem dalam Rapat Kerja dengan Komisi X DPR RI, di Jakarta, Kamis (7/3).

Dia memaparkan, hasil Asesmen Nasional (AN) yang menunjukkan sekolah yang mengimplementasikan Kurikulum Merdeka mengalami peningkatan literasi dan numerasi. Menurutnya, Kurikulum Merdeka juga efektif mengatasi kehilangan pembelajaran atau learning loss akibat Pandemi Covid-19.

"Sekolah-sekolah yang tidak mengikuti Kurikulum Merdeka mengalami learning loss dan akselerasi yang jauh lebih pelan untuk mengejar ketertinggalan," jelasnya.

Terkait naskah akademik, Nadiem menyebut, Kurikulum Merdeka juga sudah melewati riset mengenai kurikulum yang efektif. Meski begitu, data dari hasil Kurikulum Merdeka terhadap pembelajaran patut jadi perhatian. "Tapi di luar dari itu semua tidak ada yang bisa mengalahkan data. Jadi ini adalah satu-satunya data yang menurut saya terpenting, sangat susah di debat," katanya.

Masa Transisi

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Dede Yusuf Macan Effendi, menilai, berbagai catatan terkait dengan Kurikulum Merdeka Belajar harus menjadi perhatian serius. Pihaknya siap mengawasi secara ketat, apalagi ada rencana kurikulum tersebut menjadi kurikulum nasional.

Dede menekankan, jangan sampai Kurikulum Merdeka Belajar meninggalkan sekolah-sekolah yang belum siap mengimplementasikannya. Menurutnya, tidak semua sekolah memiliki kompetensi atau kemampuan untuk mengikuti perubahan ini secara cepat.

"Hal ini menjadi alasan utama untuk kita memastikan pengawasan yang intensif agar tidak ada sekolah yang tertinggal ketika belum siap menjalankan kurikulum merdeka belajar ini," ucapnya.

Secara terpisah, Wakil Ketua Umum NU Circle, Ahmad Rizali, menyatakan pergantian kurikulum merupakan keniscayaan mengingat perlu ada kesesuaian dengan konteks zaman. Menurutnya, yang kerap menjadi persoalan adalah prosedur perubahannya tidak sesuai.

"Pada saat mengganti, alasannya tepat tidak. Secara akademik bisa dipertanggungjawabkan tidak. Kalau gonta-gantinya compang-camping, awur-awuran, nah itu yang kita pertanyakan," terangnya.

Dalam kesempatan sama, Mendikbudristek, Nadiem Anwar Makarim secara masif melakukan digitalisasi pendidikan sepanjang tahun 2023, termasuk memberi bantuan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) kepada 79.259 sekolah formal.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.