Sudan Segera Menjadi Krisis Kelaparan Terbesar di Dunia
📅 Kamis, 07 Mar 2024, 02:35 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: JULIEN DE ROSA
PORT SUDAN - Perang selama hampir 11 bulan di Sudan antara jenderal-jenderal yang bersaing, berisiko memicu krisis kelaparan terbesar di dunia, lapor badan Perserikatan Bangsa-Bangsa, Program Pangan Dunia (WFP), pada Rabu (6/3).
Selain telah menewaskan puluhan ribu orang, perang antara panglima militer Abdel Fattah al-Burhan dan mantan wakilnya, Mohamed Hamdan Daglo, juga turut menghancurkan infrastruktur dan melumpuhkan perekonomian Sudan.
Bencana ini juga telah membuat lebih dari delapan juta orang terpaksa mengungsi, ditambah dua juta orang yang terpaksa meninggalkan rumah mereka sebelum konflik menjadikannya krisis pengungsian terbesar di dunia.
"Kini jutaan nyawa, perdamaian, serta stabilitas seluruh kawasan dipertaruhkan," ucap Direktur Eksekutif WFP, Cindy McCain. "Dua puluh tahun yang lalu, Darfur merupakan krisis kelaparan terbesar di dunia dan dunia bersatu untuk meresponsnya. Tetapi saat ini, rakyat Sudan telah dilupakan," imbuh dia.
Dalam laporannya, WFP menyatakan bahwa saat ini mereka tidak dapat mengakses 90 persen dari mereka yang menghadapi kelaparan tingkat darurat dan mengatakan hanya lima persen penduduk Sudan saja yang mampu membeli makanan sehari-hari.
Sebaiknya Anda baca juga:
WFP juga mengumumkan bahwa si seluruh Sudan, 18 juta orang menghadapi ketahanan pangan yang akut dengan lima juta di antaranya berada pada tingkat kelaparan yang sangat parah, sebuah klasifikasi darurat tertinggi setelah kelaparan. SB/AFP/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!