Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Murid Berperan Besar Cegah Kekerasan

📅 Kamis, 07 Mar 2024, 03:13 WIB | Oleh:
Murid Berperan Besar Cegah Kekerasan Doc: Koran Jakarta/M.Ma'ruf
Ket. Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim, dalam Rapat Kerja dengan Komisi X DPR RI, di Jakarta, Selasa (6/3).

JAKARTA - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim, menyebut, murid berperan penting mencegah kekerasan di sekolah. Dalam program "ROOTS" yang merupakan kolaborasi dengan Kemendikbudristek dengan Unicef, salah satunya mendorong peran murid dalam pencegahan kekerasan.

"Itu sebenarnya bertumpu kepada bukan hanya BK (bimbingan konseling), tapi bertumpukan seluruh guru dalam ruang kelas dan lebih pentingnya lagi murid-murid," ujar Nadiem, dalam Rapat Kerja dengan Komisi X DPR RI, di Jakarta, Selasa (6/3).

Dia menerangkan, murid-murid yang paling populer dan berpengaruh dalam setiap ruang kelas menjadi pembela lingkungan yang bebas dari perundungan. Menurutnya, langkah tersebut terbukti jauh lebih efektif secara global.

"Jadi program kunci itu sebenarnya mengandalkan murid-murid yang paling populer, murid-murid yang paling punya pengaruh di dalam setiap ruang kelas," jelasnya.

Masalah Besar

Nadiem menyebut, berdasarkan hasil Asesmen Nasional (AN) perundungan merupakan masalah terbesar di satuan pendidikan. Menurutnya, perundungan berdampak buruk terhadap keberlangsungan pembelajaran di sekolah.

Dia menambahkan, pihaknya terus mengupayakan semua pihak agar berkomitmen mencegah terjadinya kekerasan di satuan pendidikan. Pihaknya juga telah menindaklanjuti berbagai kasus dengan mengimplementasikan sanksi-sanksi. "Jadi kami sangat keras, tidak ada kompromi di bidang ini," katanya.

Dia menerangkan, Indonesia menjadi negara pertama di dunia yang menggunakan asesmen nasional untuk mengukur tingkat kerentanan terhadap kekerasan seksual, perundungan, dan juga intoleransi. Selain itu, saat ini baru pertama kali ada Peraturan Menteri yang mengatur mengenai semua jenis kekerasan dan pembentukan satuan tugas (Satgas) di setiap sekolah. "Tapi tentunya ini butuh waktu untuk implementasi sampai Satgasnya sangat efektif," ucapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, menilai, pembentukan satuan tugas (Satgas) Anti-bullying saja tidak cukup untuk mencegah perundungan kembali terjadi. Menurutnya, Satgas Anti-bullying untuk dievaluasi keefektifannya.

"Karena juga masih ada tendensi mungkin sekolah atau kampus agak menutup-nutupi gitu ya. Mereka tidak ingin ketahuan juga bahwa masih ada kejadian seperti itu di satuan pendidikannya," terangnya.ruf/S-2

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Pentagon Tutup Mulut soal E...
Megapolitan
Urus SIM Tak Repot Lagi, Ad...
Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.