Rupiah Masih Tertekan
📅 Rabu, 06 Mar 2024, 08:45 WIB | Oleh: Muchamad Ismail
Doc: ISTIMEWA
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS berpotensi melanjutkan pelemahannya, tengah pekan ini. Sentimen eksternal diperkirakan masih dominan seiring perkasanya dollar AS di hadapan mata uang lainnya.
Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi melihat pasar optimistis terhadap sikap hawkish dari bank sentral Amerika Serikat (AS) atau the Fed. Karena itu, lanjutnya, fokus pasar pekan ini tertuju pada data pengganjian atau nonfarm payroll di AS untuk Februari lalu yang bakal dirilis pada 8 Maret mendatang.
Ibrahim menjelaskan pasar tenaga kerja yang melemah juga merupakan salah satu pertimbangan utama The Fed untuk mengubah suku bunga. Karenanya, Ibrahim memproyeksikan kurs rupiah terhadap dollar AS dalam perdagangan di pasar uang antarbank, Rabu (6/3), bergerak fluktuatif tetapi ditutup melemah di kisaran 15.760-15.820.
Sebelumnya, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS, Selasa (5/3), ditutup melemah 29 poin atau 0,18 persen dari sehari sebelumnya menjadi 15.771 rupiah per dollar AS. Pelemahan dipengaruhi sentimen domestik terkait inflasi Indonesia.
"Isu dalam negeri mungkin masih menjadi sentimen negatif untuk rupiah seperti isu inflasi yang meninggi karena pangan dan isu twin deficit," kata pengamat pasar uang Ariston Tjendra di Jakarta.
Sebaiknya Anda baca juga:
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi tahunan atau year-on-year (yoy) pada Februari 2024 mencapai 2,75 persen. Tingkat inflasi tahunan pada Februari 2024 adalah 2,75 persen, atau terjadi peningkatan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 102,75 pada Februari 2023 menjadi 105,58 pada Februari 2024.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!