Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Antibiotik Kelas Baru Dapat Melawan Resistensi Antimikroba

📅 Senin, 04 Mar 2024, 06:10 WIB | Oleh:
Antibiotik Kelas Baru Dapat Melawan Resistensi Antimikroba Doc: Sonia Fernandez/University of California
Ket. Alex Moreland

Resistensi antimikroba merupakan masalah global yang mempengaruhi semua lapisan masyarakat yang disebut sebagai pandemi yang terabaikan. Sebuah penelitian terkini berhasil mengembangkan senyawa yang disebut COE untuk melawan mikroba yang sangat sulit diobati yaitu "Mycobacterium abscessus".

Sekitar satu dekade yang lalu, para peneliti di University of California - Santa Barbara (UCSB) mulai mengamati tantangan yang berulang dalam penelitian mereka. Beberapa senyawa yang dikembangkan mereka untuk memanfaatkan energi dari bakteri, malah membunuh mikroba.

Bagi mereka, akan sia-sia jika tujuan proyek ini adalah memanfaatkan metabolisme bakteri hidup untuk menghasilkan listrik.

"Kami membutuhkan bakteri untuk hidup," kata Alex Moreland, seorang Postdoctoral Fellow Cystic Fibrosis Foundation yang bergabung dengan kelompok penelitian Bazan sebagai mahasiswa pascasarjana pada 2014 dikutip dari Science Daily. "Saat kami mengembangkan molekul baru untuk aplikasi tersebut, kami menemukan bahwa beberapa di antaranya tidak berfungsi karena membunuh bakteri," imbuh Moreland yang saat ini bekerja di Pusat Polimer dan Padatan Organik UCSB

Namun, alih-alih menganggapnya sebagai keingintahuan laboratorium yang mengusik, dalam penelitian selanjutnya tim tersebut bersandar pada sifat antimikroba dari senyawa ini yang disebut oligo elektrolit terkonjugasi (conjugated oligo electrolytes/COE).

Kini, mereka kini memiliki dasar untuk kelas antibiotik baru, yang tidak hanya menjanjikan dalam melawan beragam infeksi bakteri. Selain itu juga dapat menghindari resistensi yang menakutkan yang telah menjadikan generasi antibiotik lini pertama kita saat ini menjadi antibiotik tidak efektif.

"Kami menyadari bahwa kerangka molekuler yang telah kami kerjakan selama beberapa waktu, jika dirancang dengan tepat dapat menghasilkan antibiotik kelas baru, sesuatu yang jarang ditemukan dan memiliki implikasi besar bagi pengobatan modern," kata kelompok peneliti Bazan Group.

Saat ini resistensi antimikroba (antimicrobial resistance/AMR) merupakan masalah global dan disebut sebagai pandemi yang terabaikan. Masalah global ini mempengaruhi semua lapisan masyarakat dengan 1,3 juta kematian di seluruh dunia pada 2019.

"Angka ini mengasumsikan bahwa jika bakteri resisten diganti dengan bakteri non-resisten dari jenis yang sama, maka pasien akan selamat," tutur Moreland. "Ini adalah kematian berlebih yang khususnya terkait dengan resistensi terhadap antibiotik yang efektif dalam beberapa tahun terakhir," imbuh dia.

Dalam banyak kasus, tambah dia, angka kematian akibat infeksi bakteri resisten tertentu tiga kali lebih tinggi dibandingkan dengan jenis bakteri yang tidak resisten. Bakteri yang resistensi antibiotik berkembang ketika terpapar antibiotik dan mengembangkan cara untuk mengalahkan atau melewati antibiotik tersebut.

Strateginya termasuk menggunakan membran sel sebagai penghalang, menghancurkan molekul yang mengganggu atau menghilangkannya dari sel, atau mengubah target obat sehingga membuat antibiotik tidak efektif. Mekanisme resistensi ini dapat diturunkan kepada keturunan bakteri atau dibagikan kepada bakteri lain di lingkungan.

COE yang sangat efektif namun sangat selektif, tampaknya mencapai banyak target dengan "merombak" membran bakteri, demikian yang ditunjukkan oleh tim peneliti internasional yang dipimpin oleh Kaixi Zhang, yang saat itu merupakan peneliti pascadoktoral National University of Singapore (NUS) di Bazan Lab dalam makalah di Science Translational Medicine.

Mekanisme Unik

Tim tersebut menggunakan senyawa mereka untuk melawan mikroba yang sangat sulit diobati, Mycobacterium abscessus (Mab). Infeksi ini banyak terjadi di pasien dengan penyakit paru-paru yang mendasarinya, seperti fibrosis kistik.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
IESR: Pulau Sumbawa Punya P...

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

37 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Megapolitan
Mau Tawuran, Dua Pemuda Baw...
Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Nasional
Tanggapan Istana Usai Wamen...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.