Perjuangan Paul Diuji Lewat Bentangan Gurun Pasir di 'Dune: Part 2'
📅 Minggu, 03 Mar 2024, 18:31 WIB | Oleh: Tim PenulisPerubahan karakter juga nampak pada diri Chani meski tidak terlalu signifikan. Kali ini, sosoknya sebagai perempuan yang jatuh cinta ditampilkan dengan begitu lembut tanpa mengurangi sifat wibawanya sebagai pejuang Fermen.
Dalam beberapa adegan Chani dengan intens menemani perjuangan Paul mempelajari situasi di setiap sudut gurun pasir dan tak lupa mewanti-wantinya untuk mewaspadai intrik politik yang licik dari musuh mereka.
Lady Jessica yang pada film pertamanya ditampilkan memiliki rasa takut yang kuat kepada Bene Gesserit, sudah berani melawan bahkan cenderung ingin mendominasi. Aura keberaniannya yang dibalut kecantikan terpancar amat jelas.
Selain adanya perubahan sifat di sejumlah karakter, hal lain yang patut disoroti adalah penampilan beberapa karakter baru seperti Feyd Rautha Harkonnen (Austin Butler) sebagai keponakan dari Baron Vladimir Harkonnen (Stellan Skarsgard) yang digambarkan bengis, memiliki hasrat membunuh yang kuat dan liar.
Sebaiknya Anda baca juga:
Feyd ditampilkan secara barbar dan tidak pandang bulu ketika akan menghabisi lawan. Hanya saja mungkin Warner Bros dan tim produksi bisa lebih banyak memberi penonton scene kebengisan Feyd agar suasana makin mencekam dan menjadi salah satu tantangan terberat yang harus dilewati oleh Paul.
Ada juga Putri Irulan (Florence Pugh) yang digambarkan sebagai wanita intelektual yang cerdas, gemar merekam berbagai kejadian yang sedang terjadi dan menyukai tantangan. Sayangnya seperti Feyd, penampilan karakter ini juga bisa dikatakan kurang.
Kemudian lebih banyak adegan di mana wajah Putri Irulan ditutupi oleh hiasan. Hal serupa juga bisa dirasakan saat penonton melihat Rabban (Dave Bautista), karena penampilannya yang sangat terbatas.
Sebaiknya Anda baca juga:
Rabban pun ditampilkan sebagai karakter yang banyak panik, ketakutan dan sering mempertanyakan apakah jalan yang ditempuh Harkonnen betul-betul bisa membawa mereka menuju kemenangan.
Menampilkan visual yang megah
Hal menarik selanjutnya yang patut dibahas selain perubahan diri tiap karakter adalah penampilan visual Dune yang sangat megah. Nampak sekali jika Villeneuve bersama Sinematografer Greig Freser ingin menampilkan peradaban manusia di masa depan yang makin kompleks dan luar biasa berbeda.
Scene di gurun pasir misalnya, beberapa kali diambil menggunakan long shoot yang membuat penonton seakan ikut berjalan di atas luasnya daratan tersebut. Belum lagi fatamorgananya selalu ditampilkan tepat waktu untuk menunjukkan betapa panasnya tempat tinggal Fremen.
Tim produksi pun sukses menampilkan cacing raksasa, si monster gurun yang ditakuti oleh seluruh pemain. Tubuhnya yang mengkerut, besar dan pucat namun mematikan amat memukau dan menyempurnakan kehidupan gurun pasir yang kering dan mematikan.
Suasana di gurun berbanding terbalik dengan tempat tinggal Harkonnen yang divisualisasikan berwarna hitam putih. Mendorong aura mengerikan dan kegilaan mereka semakin terpancar yang sanggup membuat penonton menggelengkan kepalanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!