Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Studi: Demokrasi di Dunia Alami Kemunduran pada 2023

📅 Kamis, 29 Feb 2024, 14:32 WIB | Oleh: Tim Penulis
Studi: Demokrasi di Dunia Alami Kemunduran pada 2023 Doc: AFP/Fernando Machado
Ket. Petugas pemilu memeriksa surat suara saat penghitungan suara di tempat pemungutan suara di Cuenca, Ekuador pada 15 Oktober 2023.

WASHINGTON - Demokrasi menghadapi kemunduran yang tajam dan meluas di seluruh dunia pada tahun 2023, kekerasan dan manipulasi merusak serangkaian pemilu, kata Freedom House, Kamis (29/2).

Dalam laporan tahunannya, kelompok penelitian dan advokasi pro-demokrasi yang didanai AS mengubah klasifikasi dua negara, menurunkan peringkat Ekuador dari bebas menjadi sebagian bebas dan mengangkat peringkat Thailand dari tidak bebas menjadi sebagian bebas.

Secara keseluruhan, hak-hak politik dan kebebasan sipil menurun di 52 negara, hanya 21 negara yang mengalami peningkatan. Ini merupakan penurunan kebebasan global selama 18 tahun berturut-turut dan tren yang jauh lebih timpang dibandingkan tahun sebelumnya.

"Bahkan jika Anda melihat wilayah demi wilayah, biasanya kami dapat mengatakan bahwa ada satu wilayah yang berbeda, namun setiap wilayah mencatat penurunan," kata salah satu penulis laporan tersebut, Yana Gorokhovskaia.

"Kerusakannya cukup meluas," katanya.

Laporan tersebut berbicara tentang upaya para petahana "untuk mengendalikan persaingan pemilu, menghalangi lawan politik mereka atau mencegah mereka mengambil alih kekuasaan" di Kamboja, Turki, dan Zimbabwe, dan di Guatemala dan Polandia, namun tidak berhasil.

Ekuador diturunkan peringkatnya karena gangguan pemilu yang disebabkan oleh kelompok kriminal yang kejam, termasuk pembunuhan calon presiden yang anti-korupsi, Fernando Villavicencio, setelah pidato kampanye.

Peringkat Thailand ditingkatkan karena pemilu yang kompetitif meskipun kekuatan mapan mencegah Pita Limjaroenrat muda yang progresif, dimana Partai Move Forward-nya memenangkan kursi terbanyak, untuk menjadi perdana menteri.

"Menurut saya, ini bukanlah kemenangan besar bagi demokrasi atau kebebasan dan Thailand," kata Gorokhovskaia.

Namun dia melihatnya sebagai sebuah kemajuan bahwa partai Pheu Thai yang berada di peringkat kedua, yang dipimpin oleh mantan perdana menteri dan taipan Thaksin Shinawatra, diizinkan mengambil alih kekuasaan setelah bertahun-tahun upaya yang dilakukan oleh kelompok yang didukung militer untuk menekan partai tersebut.

Peningkatan terbesar pada skala 100 poin Freedom House dicatat oleh Fiji, yang memperoleh tujuh poin.

Fiji, yang terdaftar sebagai negara yang sebagian bebas, mengadakan pemilu yang menegangkan pada Desember 2022 di mana para pemilih menggulingkan Frank Bainimarama, yang telah memimpin kepulauan Pasifik sejak melakukan kudeta tak berdarah pada 2006.

Sejak pemilu, Fiji telah mencapai kemajuan penting termasuk mengurangi sensor dan mengubah undang-undang pendaftaran pemilih untuk meningkatkan partisipasi perempuan, kata Gorokhovskaia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
DLH Cirebon Kerahkan 9 Truk...

Tim Piala Dunia, Maroko Dapat Menjadi Kuda Hitam

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Maroko Dap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.