Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tiongkok Tetap Percaya Diri Meski PM Tuvalu yang Baru Dukung Taiwan

📅 Selasa, 27 Feb 2024, 01:13 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tiongkok Tetap Percaya Diri Meski PM Tuvalu yang Baru Dukung Taiwan Doc: ANTARA/Desca Lidya Natalia
Ket. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Republik Rakyat Tiongkok Mao Ning saat menyampaikan keterangan kepada media di Beijing, RRT, Senin (26/2/2024).

Beijing - Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok (RRT) tetap percaya diri meski Perdana Menteri Tuvalu yang baru Feleti Teo memiliki sikap untuk perpihak pada Taiwan.

"Sejumlah negara yang masih memiliki apa yang disebut 'hubungan diplomatik' dengan wilayah Taiwan harus memilih untuk berdiri di sisi sejarah yang benar dan membuat keputusan yang tepat agar dapat sesuai dengan kepentingan dasar dan jangka panjang mereka," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RRT Mao Ning saat menyampaikan keterangan kepada media di Beijing, RRT, Senin.

Tuvalu, negara kepulauan dengan populasi sekitar 11.200 jiwa di Samudra Pasifik melakukan pemilihan pada bulan Januari 2024. Selanjutnya parlemen Tuvalu memilih Feleti Teo sebagai perdana menteri.

Saat ini hanya ada 12 negara yang punya hubungan diplomatik dengan Taiwan, yaitu Belize, Guatemala, Paraguay, Haiti, Saint Kitts and Nevis, Saint Lucia, Saint Vincent and the Grenadines, Kepulauan Marshall, Palau, Tuvalu, Eswatini, dan Vatikan.

"Menjunjung tinggi prinsip 'Satu Tiongkok' artinya mengikuti tren opini global dan alur sejarah. Sebanyak 183 negara di dunia telah menjalin hubungan diplomatik dengan Tiongkok berdasarkan prinsip satu Tiongkok," ungkap Mao Ning.

Hasil pemilu di Tuvalu tertunda selama 1 bulan karena cuaca buruk sehingga menghentikan kapal-kapal yang membawa anggota parlemen baru ke ibu kota untuk memilih perdana menteri.

Sebelumnya, salah satu negara Pasifik yang tadinya sekutu Taiwan, Nauru, memutuskan hubungan diplomatik dengan Taiwan pada bulan Januari 2024.

Nauru menandatangani komunike bersama dengan pemerintah RRT pada tanggal 15 Januari 2024 sehingga memutuskan hubungan diplomatik dengan Taiwan dengan menyatakan tidak akan lagi mengakui Taiwan sebagai "negara terpisah", melainkan "sebagai bagian yang tidak dapat dipisahkan dari wilayah Tiongkok".

Nauru diketahui menjalin hubungan diplomatik dengan Tiongkok pada tahun 2002. Namun, pada tahun 2005 Naruru menjalin hubungan diplomatik dengan Taiwan dan memutus hubungan dengan Tiongkok.

Pernyataan Nauru untuk mengakui prinsip "Satu Tiongkok" itu pasca-pemilu Taiwan pada tanggal 13 Januari 2024 yang dimenangkan William Lai Ching-te dari Partai Progresif Demokratik (DPP) yang digambarkan Beijing sebagai salah satu "kelompok separatis" sehingga dapat memicu konflik lintas Selat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
Menhub Instruksikan untuk Prioritaskan Evakuasi Penumpang KMP Virgo Transport 8

Menhub Instruksikan untuk Prioritaskan Evakuasi Penumpang KMP Virgo Transport 8

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.