Stok Beras di Cirebon Cukup untuk Penuhi Kebutuhan Warga Sampai Lebaran
📅 Kamis, 22 Feb 2024, 01:21 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/Fathnur Rohman
Cirebon - Satuan Tugas (Satgas) Pangan Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, menyebutkan ketersediaan beras yang ada di sejumlah gudang milik Bulog setempat mampu mencukupi kebutuhan masyarakat hingga Lebaran 2024 atau Idul Fitri 1445 Hijriah.
"Sampai Idul Fitri masih aman. Saat ini ada 13 ribu ton beras dan secara bertahap bertambah sebanyak 7 ribu ton," kata Ketua Satgas Pangan Kota Cirebon sekaligus Kepala Satreskrim Polresta Cirebon Kompol Haryo Prasetyo Seno seusai memimpin pengecekan ketersediaan beras di Cirebon, Rabu.
Haryo mengatakan sebagai bagian dari Satgas Pangan, pihaknya bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Cirebon telah mendatangi beberapa lokasi untuk meninjau kondisi stok beras yang diperlukan masyarakat.
Dari hasil peninjauan, kata dia, suplai beras sekarang sudah tersedia dalam jumlah banyak sehingga masyarakat diimbau tetap tenang dan bisa membeli bahan pangan itu di pasar atau pengecer resmi dari Bulog.
"Yang memang ada kelangkaan (premium) di ritel-ritel. Tapi dari hasil pengecekan kami, untuk di pasar masih cukup," ujarnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Haryo menyebut selain stoknya masih ada, harga beras di Cirebon pun terpantau sudah menurun dengan kisaranRp1.000-Rp500 dalam beberapa hari terakhir.
Menurut dia, apabila distribusi beras ke pasar-pasar tidak terhambat maka harga komoditas pangan itu bisa kembali normal.
"Kita juga harus mengawasi jalur distribusi beras agar sampai ke masyarakat. Tadi kalau di pasar yang medium itu sekitar, Rp14.000-Rp15.000 per kg. Artinya dalam beberapa hari terakhir ada penurunan," jelasnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Cirebon Imam Firdaus Jamal menambahkan kenaikan harga beras tidak hanya terjadi di wilayahnya, namun juga di hampir semua daerah di Indonesia.
Imam menyampaikan kenaikan harga bisa disebabkan oleh beberapa faktor, misalnya angka produksi beras secara nasional yang belum maksimal.
"Bulan Januari sampai Februari ini, menurut infografis Badan Pusat Statistik (BPS) memang produksi belum maksimal. Informasinya luasan panen dengan jumlah yang besar itu mulai dari bulan Maret-April 2024," katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!