Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkot Perkuat Kolaborasi untuk Bisa Wujudkan Bebas Kasus Stunting Baru di Sukabumi

📅 Kamis, 22 Feb 2024, 00:34 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemkot Perkuat Kolaborasi untuk Bisa Wujudkan Bebas Kasus Stunting Baru di Sukabumi Doc: ANTARA/Dok/Aditya Rohman
Ket. Pj Wali Kota Sukabumi Kusmana Hartadji.

Sukabumi - Pemerintah Kota Sukabumi memperkuat kolaborasi antar-instansi untuk mewujudkan Kota Sukabumi Jawa Barat bebas kasusstuntingbaru (new zero stunting) di 2024, dengan menyelaraskan berbagai program percepatan penanganan stunting.

"Kolaborasi antar-instansi sangat penting dilakukan untuk mewujudkan Kota Sukabumi bebas kasus stunting baru pada 2024. Penanganan gagal tumbuh pada bayi atau anak pada usia dini tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri, tetapi harus bekerja sama," kata Penjabat (Pj) Wali Kota Sukabumi Kusmana Hartadji di Balai Kota Sukabumi, Rabu.

Menurut Kusmana, seperti diketahui pada 2022 kasus stunting di Kota Sukabumi masih berada di angka 19,2 persen. Maka dari itu, pihaknya terus berupaya untuk menekan angka ini menjadi 14 persen di 2024, salah satunya dengan kolaborasi percepatan penanganan stunting.

Setiap instansi yang berada di lingkungan Pemkot Sukabumi ikut terlibat dalam penanganan stunting dan memiliki program masing-masing. Tetapi program tersebut tidak bisa dilaksanakan secara maksimal jika tidak adanya kolaborasi.

Karena itu, kolaborasi ini tujuannya untuk menyelaraskan seluruh program yang ada, sehingga dalam pelaksanaannya tepat sasaran dan sesuai dengan kondisi di lapangan, sehingga target 14 persen bisa tercapai di tahun ini.

Adapun yang menjadi target atau sasaran intervensi program adalah ibu hamil kurang energi kronis (KEK), kemudian bayi atau anak malnutrisi dalam jangka panjang (kronis) mulai dari kandungan hingga lahir, dan anak-anak yang berpotensi kurang asupan gizi seimbang.

"Maka dari itu, data menjadi yang paling penting dalam percepatan penanganan stunting jangan sampai ada perbedaan data sehingga intervensi program tidak berjalan maksimal," katanya.

Asisten Daerah (Asda) III Kota Sukabumi M Hasan Asari mengatakan, beberapa waktu lalu pihaknya telah menggelar forum perangkat daerah (FPD) yang dimotori oleh Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kota Sukabumi.

Kegiatan tersebut tujuannya untuk menyelaraskan program-program percepatan penanganan stunting di Kota Sukabumi. Dengan ikhtiar bersama, pihaknya optimistis angka stunting di Kota Sukabumi bisa di bawah 14 persen di 2024, dan tidak ada lagi kasus baru.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.