Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Budi Gunadi Ungkap Peran Organisasi Penting dalam Edukasi Deteksi Dini Kanker

📅 Kamis, 22 Feb 2024, 06:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Budi Gunadi Ungkap Peran Organisasi Penting dalam Edukasi Deteksi Dini Kanker Doc: kemkes.go.id
Ket. Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin.

Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin, menekankan pentingnya peran organisasi dalam mengedukasi masyarakat tentang deteksi dini kanker. Menurut Budi, strategi penanganan kanker harus bertumpu pada penguatan upaya deteksi lebih dini agar perawatannya lebih murah dengan hasil lebih baik.

"Selain itu, saya juga ingin menekankan pentingnya kerja sama dalam penanganan kanker. Oleh sebab itu, saya sangat menghargai dan mendukung upaya POI untuk menginisiasi dialog untuk penguatan kerja sama tim dalam penatalaksanaan kanker agar kita bisa memberikan perawatan terbaik untuk pasien," ujar dia dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin (19/2).

Hal itu disampaikan Menkes pada Close the Cancer Care Gap; Delayed Diagnosis and Treatment in the National Cancer Management yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Onkologi Indonesia (POI) sebagai rangkaian dari peringatan World Cancer Day 2024, di Jakarta, Minggu (18/2).

Dalam pernyataan yang sama, Ketua Perhimpunan Onkologi Indonesia (POI) Dr. dr. Cosphiadi Irawan, Sp.PD-KHOM, FINASIM menjelaskan, berbagai laporan menunjukkan bahwa pada umumnya pasien kanker di Indonesia terdiagnosis pada stadium lanjut.

Menurut dia, keterlambatan diagnosis disebabkan oleh multifaktor yang bisa berasal dari pasien serta sistem pelayanan kanker.

Selain itu, kata dia, kurangnya pemahaman masyarakat tentang kanker, gejala-gejalanya yang kadang tidak khas, serta masih kurangnya kesadaran masyarakat mengenai pentingnya melakukan tindakan deteksi dini seperti Sadari untuk kanker payudara, berkontribusi pada keterlambatan diagnosis.

Dia mengatakan bahwa perkembangan teknologi dan tata laksana kanker telah memberikan peluang kesembuhan bagi pasien kanker.

"Sayangnya, sebagian besar pasien kanker di Indonesia masih belum bisa mendapatkan manfaat kemajuan tersebut secara optimal. Penegakan diagnosis masih sering terlambat, begitu juga dengan terapi," ujar Cosphiadi.

Oleh karena itu, kata dia, perlu ada strategi nasional penanganan kanker yang dapat meningkatkan diagnosis serta akses terhadap terapi tepat waktu, sehingga hasil penatalaksanaan kanker lebih optimal dan angka kematian akibat kanker dapat ditekan.

Dalam kesempatan itu, dia mengapresiasi upaya pemerintah dalam peningkatan akses terhadap terapi kanker di BPJS Kesehatan.

"Meskipun demikian, upaya bersama harus terus dilakukan agar terapi kanker yang sesuai standar tatalaksana bisa dijamin di BPJS Kesehatan dan diakses pasien tepat waktu," kata dia.

Laporan yang dikeluarkan oleh Global Burden Cancer (GLOBOCAN) tahun 2022, memperkirakan di dunia terdapat 19,9 juta kasus baru dengan angka kematian 9,7 juta. Di Indonesia, diperkirakan terdapat 408.661 kasus baru dan 242.988 kematian akibat kanker. Ant/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Nasional
BMKG Prediksi Musim Hujan 2...
Luar Negeri
Sekjen PBB Soroti Tantangan...
Advertisement
Rocky Gerung Ungkap Tugas Wantimpres: Harus Kritis terhadap Kebijakan Presiden Prabowo

Rocky Gerung Ungkap Tugas Wantimpres: Harus Kritis terhadap Kebijakan Presiden Prabowo

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.