Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Uni Eropa Tuntut 'Penyelidikan Internasional' atas Kematian Navalny

📅 Selasa, 20 Feb 2024, 15:30 WIB | Oleh:
Uni Eropa Tuntut 'Penyelidikan Internasional' atas Kematian Navalny Doc: RT/Anadolu Agency/Evgeny Feldman/Getty Images
Ket. Alexei Navalny di Moskow, Desember 2017.

JAKARTA - Rusia harus mengizinkan penyelidikan internasional atas kematian aktivis oposisi dan juru kampanye anti-korupsi Alexei Navalny, kata diplomat utama Uni Eropa, Josep Borrell.

Navalny meninggal secara tak terduga pada hari Jumat (16/2) di penjara Rusia, tempat dia menjalani hukuman panjang karena beberapa hukuman pidana.

"Rusia harus mengizinkan penyelidikan internasional yang independen dan transparan mengenai penyebab kematian mendadaknya," kata Borrell dalam sebuah pernyataan yang dikutip RT, Senin (19/2).

Dia menambahkan bahwa UE"akan melakukan segala upaya untuk meminta pertanggungjawaban kepemimpinan politik dan otoritas Rusia,"dan mengancam akan menjatuhkan sanksi lebih lanjut terhadap Moskow.Dia menegaskan kembali bahwa blok tersebut"marah"dengan kematian Navalny.

Menurut pihak berwenang Rusia, Navalny tiba-tiba"merasa sakit"dan pingsan pada hari Jumat.Upaya untuk menyadarkan pria berusia 47 tahun itu tampaknya gagal dan ia dinyatakan meninggal pada hari yang sama.Penyebab pasti kematiannya masih belum jelas, meskipun sumber RT Rusia menyatakan bahwa kematian tersebut disebabkan oleh pembekuan darah.Investigasi telah diluncurkan.

Navalny dipenjara pada tahun 2021 karena melanggar ketentuan hukuman percobaan karena penipuan.Dua tahun kemudian, dia dijatuhi hukuman 19 tahun penjara karena"kegiatan ekstremis."

Aktivis tersebut membantah melakukan kesalahan dan bersikeras bahwa semua kasus yang menimpanya bermotif politik.Navalny juga menuduh bahwa kondisi penjara sama saja dengan"penyiksaan."

Beberapa pemimpin Barat, termasuk Presiden AS Joe Biden, mengatakan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin dan pemerintah Rusia pada akhirnya"bertanggung jawab"atas kematian Navalny.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova mengecam negara-negara Barat karena"secara sinis"menyalahkan pihak berwenang Rusia alih-alih menunggu sampai laporan forensik dipublikasikan.

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan pada hari Senin bahwa"sama sekali tidak dapat diterima"bagi politisi Barat untuk membuat"pernyataan yang keterlaluan"mengenai Navalny ketika penyelidikan atas kematiannya masih berlangsung.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp84.400/...
Daerah
Bus Transjateng Akan Tambah...

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

49 menit yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Olahraga
Janice Tjen Mulus ke Peremp...
Nasional
Grab Tegaskan Rumor Hengkan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.