Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jakarta dan IKN Bakal Jadi Kota yang Saling Mendukung

📅 Senin, 19 Feb 2024, 00:03 WIB | Oleh:
Jakarta dan IKN Bakal Jadi Kota yang Saling Mendukung Doc: HUMAS OIKN
Ket. Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara, Bambang Susantono

JAKARTA - Pemindahan Ibu Kota dari Jakarta, ke Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara akan menciptakan dua kota yang saling mendukung dan menguatkan. Jakarta akan menjadi pusat bisnis dan finansial, sedangkan IKN Nusantara akan jadi kota cerdas dan inklusif.

Hal itu disampaikan Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), Bambang Susantono, saat menjadi pembicara kunci dalam seminar bertajuk "Masa Depan Jakarta, Pasca IKN, yang diselenggarakan dalam rangkaian Hari Pers Nasional (HPN) 2024 di Ancol, Jakarta, akhir pekan lalu.

"Jakarta akan menjadi financial center. Bisnis dan financial center akan di sini, kita akan punya financial superhub baru," kata Bambang.

Menurut dia, Jakarta tetap menjadi magnet yang menarik untuk tetap berkembang dan memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Di sisi lain, pertumbuhan ekonomi di luar Pulau Jawa semakin berkembang dan merata.

IKN, katanya, akan menjadi kota hijau yang smart dan modern serta loveable atau kota yang menyenangkan, layaknya Finlandia, yang menyandang gelar negara dengan indeks kebahagiaan nomor satu di dunia.

Salah satu upaya yang telah dilakukan Otoritas IKN untuk merealisasikan IKN menjadi kota yang menyenangkan adalah dengan menandatangani nota kesepahaman dengan Finlandia.

"Finlandia adalah negara paling happy di dunia berdasarkan beberapa indeks. Kita belajar dari mereka, gimana supaya penduduknya lebih happy," katanya.

Kawasan Metropolitan Terbesar

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Regional I Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, Abdul Malik, mengatakan peran Jakarta menjadi sangat penting setelah Ibu Kota negara pindah ke IKN. Hal itu karena Jakarta yang sudah menjadi kawasan metropolitan nomor dua terbesar di dunia setelah Tokyo akan terus tumbuh.

"Tokyo itu penduduknya sudah stagnan, sementara Jakarta dan wilayah penyangga, seperti Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi akan menjadi wilayah aglomerasi terbesar di dunia," kata Abdul.

Banyak ahli, katanya, memprediksi arahnya akan menjadi dua sistem megapolitan, yaitu Jakarta dan cekungan Bandung. Dua wilayah itu akan menjadi motor penggerak utamanya.

Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, Sri Haryati, yang juga sebagai pembicara dalam seminar HPN 2024 itu mengatakan sejak 2019, Jakarta akan diprioritaskan menjadi pusat bisnis dan keuangan serta pusat perdagangan berskala regional dan global.

Sri pun mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mengkhawatirkan soal perpindahan Ibu Kota negara dari Jakarta ke IKN. Menurutnya, Jakarta tetap akan menjadi prioritas pembangunan di era globalisasi.

"Jakarta masih menjadi salah satu magnet khusus, yang tetap akan berkembang. Selain itu, Jakarta juga memiliki nilai ekonomis tinggi bagi berbagai pihak, baik pemerintah, swasta, maupun masyarakat," pungkas Sri.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Daerah
Kabut Asap Batasi Operasi W...

Langkah Penanganan Stunting di Aceh Barat

46 menit yang lalu | Fajar Alim M

Daerah
Langkah Penanganan Stunting...
Advertisement
Ekspansi ke Afrika, Indonesia Incar Logam Tanah Jarang Gabon

Ekspansi ke Afrika, Indonesia Incar Logam Tanah Jarang Gabon

14 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.