Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Indonesia Dukung Ilmu Pengetahuan Terbuka, Benarkah Akses Pengetahuan Bisa Makin Luas?

📅 Kamis, 15 Okt 2026, 03:34 WIB | Oleh:
Indonesia Dukung Ilmu Pengetahuan Terbuka, Benarkah Akses Pengetahuan Bisa Makin Luas? Doc: Antara foto
Ket. Duta Besar/Wakil Delegasi Tetap RI untuk UNESCO IGAK Satrya Wibawa (kiri) saat menyampaikan pernyataan dalam Sidang ke-225 Dewan Eksekutif UNESCO di Paris, Senin (12/10).

JAKARTA - Indonesia menyatakan dukungan terhadap kebijakan sains terbuka (open science) yang digagas UNESCO, sejalan dengan prinsip ilmu pengetahuan yang terbuka dan mendorong kolaborasi pendidikan.

Namun demikian, Wakil Delegasi Tetap RI untuk UNESCO IGAK Satrya Wibawa dalam Sidang ke-225 Dewan Eksekutif UNESCO di Paris, Prancis, mengingatkan bahwa kebijakan tersebut harus tetap menghormati prinsip perlindungan data dan hak kekayaan intelektual.

“Sains terbuka bukan perlombaan menghasilkan sebanyak mungkin data terbuka,” tegasnya, sebagaimana keterangan tertulis yang dikonfirmasi di Jakarta, Rabu.

“Yang lebih penting adalah bagaimana keterbukaan meningkatkan kualitas dan integritas penelitian serta memperluas kolaborasi. Ini akan membuat pengetahuan ilmiah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Satrya melanjutkan.

Ia menjelaskan bahwa prinsip sains terbuka dibangun di atas tiga pilar, yaitu relevansi dan signifikansi, transparansi dan reproduksibilitas, serta “self-assessment” dan pemanfaatan bertanggung jawab. Penyusunan kebijakan tersebut melibatkan konsultasi dengan 150 lebih ahli dari 41 negara.

Indonesia menilai prinsip tersebut sejalan dengan penguatan tata kelola riset nasional, khususnya setelah Perpres No. 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia menyediakan kerangka nasional bagi standar data, metadata, dan interoperabilitas.

Akan tetapi, implementasi “open science” tetap perlu menghormati regulasi nasional, keamanan penelitian, serta perbedaan kapasitas infrastruktur antarnegara, kata dia.

“Sistem pemantauannya juga tidak boleh berubah menjadi beban pelaporan baru bagi negara berkembang,” tambahnya.

Lebih lanjut, Satrya menyampaikan dukungan Indonesia terhadap keputusan komite implementasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan 4 (SDG-4) tentang pendidikan berkualitas yang menempatkan ketahanan sistem pendidikan sebagai fokus agendanya pada periode 2026—2027.

Ia kemudian menjabarkan sejumlah langkah yang telah ditempuh Indonesia untuk memajukan pendidikan sesuai cita-cita SDG-4, antara lain program “upskilling” bagi guru sekolah kejuruan dan instruktur vokasional untuk memastikan kompetensi pendidik semakin relevan dengan teknologi dan kebutuhan industri.

Satrya pun kembali mengingatkan bahwa upaya memajukan sains terbuka dan ketahanan pendidikan memerlukan dukungan konkret UNESCO yang selaras dengan kebutuhan dan kapasitas masing-masing negara anggotanya.

“Ketahanan pendidikan dan sains terbuka hanya akan bermakna apabila komitmen global diterjemahkan menjadi komitmen untuk membuka akses yang lebih adil dan manfaat yang nyata bagi masyarakat,” demikian Wadetap RI untuk UNESCO.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...

Peternak Ayam dan Telur Hadapi Ancaman Kerugian

45 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Peternak Ayam dan Telur Had...

KPK Periksa Sestama BNPB

1 jam lalu | Ones

Nasional
KPK Periksa Sestama BNPB
Advertisement
Parah, Ombudsman RI Temukan Gangguan Layanan BBM di 11 Provinsi

Parah, Ombudsman RI Temukan Gangguan Layanan BBM di 11 Provinsi

14 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.