Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Curah Hujan Tinggi, Ratusan Rumah Warga OKU Sumsel Terendam Banjir

📅 Sabtu, 17 Feb 2024, 11:46 WIB | Oleh: Tim Penulis
Curah Hujan Tinggi, Ratusan Rumah Warga OKU Sumsel Terendam Banjir Doc: ANTARA/Edo Purmana
Ket. Arsip - Korban banjir di Kabupaten OKU dievakuasi menggunakan perahu karet.

BATURAJA - Ratusan rumah warga di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan terendam banjir akibat intensitas curah hujan tinggi yang terjadi pada Jumat (16/2) malam.

Manager Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) OKU, Gunalfi di Baturaja, Sabtu (17/2), mengatakan, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang melanda tadi malam menyebabkan banjir di sejumlah wilayah di kabupaten setempat.

Adapun wilayah terdampak banjir meliputi Desa Rantau Kumpai dan Bandar, Kecamatan Sosoh Buay Rayap, serta Desa Keban Agung dan Tuboan, Kecamatan Semidang Aji.

Kemudian, Desa Karang Endah, Batukuning, Pusar, Tanjung Agung, Sekar Jaya, Baturaja Lama, Pasar Baru, Sukajadi, Baturaja Permai, Sukaraya, Lubuk Batang Baru dan Lubuk Batang Lama juga tak luput dari kepungan banjir.

"Berdasarkan hasil pendataan tercatat sebanyak 536 rumah warga terdampak banjir dan sejumlah ruas jalan lintas pun terdapat genangan air setinggi 30 centimeter hingga 1 meter," katanya.

Meskipun tidak ada korban jiwa, kata dia, namun bencana alam tersebut membuat sebagian besar warga terpaksa dievakuasi mengingat banjir terus meninggi mencapai 1 meter.

Dalam mengevakuasi korban pihaknya mengerahkan puluhan personel dibantu anggota kepolisian untuk mengangkut korban menggunakan perahu karet dan perahu ponton ke dataran tinggi.

Anggota satgas bansor pun melakukan penyedotan genangan banjir di sejumlah titik seperti kawasan Taman Sari, Kelurahan Sukaraya menggunakan mesin pompa air agar banjir segera surut sehingga tidak mengganggu aktifitas masyarakat di wilayah itu.

"Meskipun banjir di sejumlah kawasan saat ini sudah mulai surut, namun personel kami masih di lapangan untuk memantau situasi terkini guna mengantisipasi bencana susulan," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Toko-toko di Bordeaux bersi...
Luar Negeri
Kenaikan Harga BBM Picu Aks...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.