Penurunan 'Stunting' Diharapkan Bisa Dekati 14 Persen
📅 Kamis, 15 Feb 2024, 03:03 WIB | Oleh: Muhamad Ma'rup"Tidak hanya umat Islam, seluruh bangsa Indonesia hendaknya saling bersama-sama, dukung-mendukung, gotong royong untuk mengurusi hal-hal yang masih kurang baik di negara ini, termasuk stunting," ujarnya.
Untuk itu, Marsudi mengapresiasi KPRK MUI yang turut bergabung dalam upaya bersama mengurangi stunting di tanah air sebab persoalan stunting bukanlah hal yang sederhana.
Menurut dia, untuk melahirkan generasi yang sehat, sang ibu harus terpenuhi gizi dan asupannya. Pemenuhan gizi memerlukan kondisi ekonomi yang memadai, khususnya saat seorang ibu dalam kondisi hamil. "Tidak dapat dipungkiri, kondisi stunting salah satunya dipicu oleh keadaan ekonomi. Anak dari para kaum dhuafa rentan mengalami kondisi seperti ini," ujarnya.
Sebelumnya, KPRK MUI menggelar rapat koordinasi nasional (rakornas) di Jakarta pada 11-12 Februari 2024. Penutupan rakornas dilaksanakan di Istana Wakil Presiden, Senin. Pada kesempatan itu, Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyerukan agar para ulama dan tokoh agama dapat terlibat dalam menekan angka stunting dari sebelumnya 21,6 persen pada 2022 menjadi 14 persen pada 2024.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut wakil presiden, ulama dan tokoh agama memiliki gaya pendekatan yang mudah dipahami masyarakat. ruf/Ant/S-2
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!