Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Penurunan 'Stunting' Diharapkan Bisa Dekati 14 Persen

📅 Kamis, 15 Feb 2024, 03:03 WIB | Oleh:
Penurunan 'Stunting' Diharapkan Bisa Dekati 14 Persen Doc: antara
Ket. Menko PMK, Muhadjir Effendy

Menko PMK berharap progres penanganan stunting bisa mendekati 14 persen dan di bawah standar WHO sebesar 20 persen.

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy, mengungkapkan progres penanganan stunting dan kemiskinan ekstrem. Adapun pemerintah menargetkan penurunan stunting 14 persen dan kemiskinan ekstrem 0 persen pada 2024.

"Saya belum dapatkan laporan angka stunting terakhir, mudah-mudahan angkanya lebih baik dibanding tahun 2022. Memang target kita 14 persen, nanti akan kita lihat capaian tahun 2023 seperti apa," ujar Muhadjir, di Jakarta, Rabu (14/2).

Sebagai informasi, Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) menunjukkan, prevalensi stunting sebesar 21,6 persen di tahun 2022. Adapun persentase minimal yang ditentukan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebesar 20 persen.

Muhadjir menerangkan, pemerintah berkomitmen agar stunting bisa mendekati target 14 persen. Meski begitu, jika hasilnya di bawah 20 persen pun sudah cukup memadai, cukup layak. "Kemudian kalau seandainya tidak bisa 14 persen ya mudah-mudahan mendekati 14 persen. Karena kalau target WHO itu kan 20 persen, kita yang mematok lebih tinggi 14 persen," jelasnya.

Dia melanjutkan, untuk kemiskinan ekstrem, pihaknya masih menunggu data dari Badan Pusat Statistik (BPS) terkait capaian di tahun 2023. Adapun di tahun 2022, kemiskinan ekstrem di Indonesia sebesar 1,12 persen.

"Kalau 0 mungkin kecil ya, tapi paling enggak di bawah 0,5 target kita. Tapi kalau hasil tahun 2022 itu kita berada di 1,12 sehingga tahun 2023 mestinya sudah di bawah 1 dan tahun 2024 itu kita upayakan paling tidak harus di bawah 0,5," katanya.

Muhadjir menuturkan, pemerintah sedang mengupayakan secepat mungkin penyelesaian masalah stunting ini dari sisi intervensi sensitif. Terutama pengadaan air bersih dengan melibatkan lembaga-lembaga swasta dan juga TNI.

"Nanti kita akan menangani secara dari luar dulu wilayah 3T nanti kemudian melingkar. Tahun 2024 ini prioritas dari sisi penanganan stunting dan kemiskinan ekstrim adalah penyediaan sanitasi," ucapnya.

Saling Berkolaborasi

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Marsudi Syuhud mengapresiasi sambutan baik pemerintah pada Aksi Zero Stunting yang diinisiasi Komisi Perempuan, Remaja, dan Keluarga (KPRK) MUI di 2024.

"Terima kasih atas sambutan terbuka dari pemerintah, dalam hal ini Wakil Presiden menyambut program yang dicanangkan oleh KPRK MUI ini," kata Marsudi dalam keterangan tertulis di Jakarta, kemarin.

Ia pun mengapresiasi pemerintah yang terus mendorong agar jangan sampai tahun-tahun ke depan masih ada stunting di Indonesia.

Mantan Ketua PBNU itu mengatakan semua unsur harus saling berkolaborasi untuk menyelesaikan persoalan stunting yang masih menyimpan banyak pekerjaan rumah tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Gempa M5,6 Mengguncang Pula...
Ekonomi
Berpotensi Melemah Lanjutan...

Aparataur Negara Harus Memberi Teladan yang Baik

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Aparataur Negara Harus Memb...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Laga Uji Coba: Spanyol Diimbangi Irak 1-1 Jelang Piala Dunia 2026

Laga Uji Coba: Spanyol Diimbangi Irak 1-1 Jelang Piala Dunia 2026

05 Jun 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.