Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Elon Musk Bantah Pasok Internet Starlink ke Rusia

📅 Senin, 12 Feb 2024, 15:58 WIB | Oleh:
Elon Musk Bantah Pasok Internet Starlink ke Rusia Doc: RT/TR/NurPhoto via Getty Images
Ket. Ilustrasi - Juru bicara GUR Ukraina Andrey Yusov mengklaim pasukan Rusia “secara sistematis” menggunakan terminal Starlink.

JAKARTA - CEO SpaceX Elon Musk membantah memasok jaringan internet satelit Starlink miliknya kepada tentara Rusia. Layanan ini telah banyak digunakan oleh tentara Ukraina selama konflik militer yang sedang berlangsung.

"Sejumlah laporan berita palsu mengklaim bahwa SpaceX menjual terminal Starlink ke Rusia," kata Musk di platform X-nya (sebelumnya Twitter) pada Minggu (11/2). "Sepengetahuan kami, tidak ada Starlink yang dijual secara langsung atau tidak langsung ke Rusia."

Ketika ditanya apakah terminal Starlink dapat diaktifkan dari Rusia, Musk menjawab "Satelit Starlink tidak akan menutup tautan di Rusia."

Komentar Musk muncul sebagai tanggapan atas klaim Kiev bahwa pasukan Rusia menggunakan layanan satelit Starlink di medan perang. Direktorat Utama Intelijen (GUR) Ukraina mengatakan pada hari Minggu bahwa mereka telah menyadap percakapan antara tentara Rusia. Mereka merilis rekaman berdurasi 15 detik, di mana seseorang terdengar berbicara dalam bahasa Rusia, "Starlink berfungsi, kita memiliki [akses] internet."

RT melaporkan, juru bicara GUR Andrey Yusov mengklaim pasukan Rusia "secara sistematis"menggunakan terminal Starlink. Situs berita bertema militer Defense One mengutip sumber-sumber Ukraina minggu ini yang mengatakan bahwa pasukan Kiev pertama kali mendeteksi penggunaan Starlink oleh Rusia"beberapa bulan lalu."

Moskow belum mengomentari tuduhan tersebut. SpaceX merilis pernyataan terpisah pada hari Kamis, mengatakan bahwa perusahaan tersebut"tidak melakukan bisnis apa pun dengan pemerintah Rusia atau militernya"dan"tidak pernah menjual atau memasarkan Starlink di Rusia, juga tidak mengirimkan peralatan ke lokasi di Rusia."

Musk menyumbangkan sekitar 20.000 terminal Starlink ke Kiev tak lama setelah Rusia menginvasi Ukraina pada Februari 2022.

Namun miliarder tersebut mengatakan telah menolak permintaan Ukraina untuk mengaktifkan layanan Starlink di Krimea, dan menjelaskan bahwa serangan Kiev terhadap Armada Laut Hitam Rusia akan menyebabkan eskalasi lebih lanjut. Saat menjanjikan dukungan untuk Ukraina, Musk berulang kali mengatakan mendukung penyelesaian konflik secara damai.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Aksi Jual Saham AI AS Mengguncang Wall Street Gingga Asia

29 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Aksi Jual Saham AI AS Mengg...
Daerah
Polda Jabar Tangkap Tersang...

Penataan Ruang Publik Menyambut HUT DKI Jakarta

39 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Penataan Ruang Publik Menya...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.