Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Studi: Serigala Chernobyl yang Terpapar Radiasi Miliki Genom Anti-kanker

📅 Sabtu, 10 Feb 2024, 15:16 WIB | Oleh:
Studi: Serigala Chernobyl yang Terpapar Radiasi Miliki Genom Anti-kanker Doc: RT/AFP/THOMAS KIENZLE
Ket. Ilustrasi serigala.

JAKARTA - Serigala di Zona Pengecualian Chernobyl yang terpapar radiasi telah mengembangkan resistensi terhadap kanker, menurut penelitian.

Dikutip dari RT, ahli biologi dari Universitas Princeton menemukan bahwa serigala terpapar lebih dari 11 milirem radiasi penyebab kanker setiap hari sepanjang hidup mereka. Sebagai perbandingan, rontgen dada standar memperlihatkan seluruh tubuh sekitar 1 hingga 2 milirem.

Pada 1986, sebuah reaktor nuklir meledak di pembangkit listrik di Chernobyl, Ukraina, sekitar 80 mil sebelah utara Kiev. Ledakan tersebut melepaskan radiasi 400 kali lebih banyak daripada bom atom yang dijatuhkan di Hiroshima, Jepang selama Perang Dunia II, dan lebih dari 100.000 orang dievakuasi dari kota tersebut.

Tiga dekade setelah peristiwa itu, Chernobyl masih terbengkalai. Namun satwa liar telah mereklamasi sebagian besar wilayah itu. Kepadatan populasi serigala di Zona Pengecualian Chernobyl, yang dianggap tidak aman untuk tempat tinggal manusia, diperkirakan tujuh kali lebih besar dibandingkan di kawasan cagar alam di sekitarnya.

Para ilmuwan memasang kalung radio pada serigala yang berkeliaran di daerah terbengkalai di zona tersebut untuk memantau pergerakan mereka dan melakukan pengukuran radiasi yang terpapar secara real-time. Para peneliti juga mengambil sampel darah untuk melihat bagaimana tubuh serigala merespons radiasi penyebab kanker.

Studi ini mengungkapkan bahwa alasan mengapa hewan-hewan tersebut berkembang di zona radioaktif adalah karena sebagian dari informasi genetik mereka tahan terhadap peningkatan risiko penyakit dan sistem kekebalan tubuh mereka menjadi serupa dengan pasien kanker yang menjalani terapi radiasi.

Para ilmuwan mengatakan tubuh anjing dan serigala melawan kanker dengan cara yang sama seperti tubuh manusia. Penelitian ini mungkin mengidentifikasi mutasi pelindung yang dapat meningkatkan peluang manusia untuk bertahan hidup dari kanker, kata para ilmuwan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
PT KAI: Pelanggan KA Sancak...

Menteri UMKM Genjot Ekosistem Wirausaha

33 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
Menteri UMKM Genjot Ekosist...
  • Hasil Pertandingan Grup F Piala Dunia 2026: Jepang Kuntit Belanda Usai Singkirkan Tunisia dengan Skor Telak 4-0
    Preview komentar:
    Untuk Membuka blokir BTN Mobile Banking (Balé by ...
    Untuk Membuka blokir BTN Mobile Banking (Balé by ...
  • Bukan Sekadar Pesta Budaya, Festival Tabut 2026 Ditarget Dongkrak Kas Daerah
    Preview komentar:
  • 5 Pengelola Wisata Pantai di Tulungagung Stop Tarik Retribusi, Ada Apa Ya?
    Preview komentar:
Hasil Pertandingan Grup F Piala Dunia 2026: Jepang Kuntit Belanda Usai Singkirkan Tunisia dengan Skor Telak 4-0

Hasil Pertandingan Grup F Piala Dunia 2026: Jepang Kuntit Belanda Usai Singkirkan Tunisia dengan Skor Telak 4-0

21 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.