Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BBMKG Sebut Cuaca Panas Cukup Menyengat Mulai Terjadi di Medan

📅 Jumat, 09 Feb 2024, 00:06 WIB | Oleh: Tim Penulis
BBMKG Sebut Cuaca Panas Cukup Menyengat Mulai Terjadi di Medan Doc: ANTARA/HO
Ket. Arsip - Seorang warga berlindung di tengah terik matahari.

Medan - Balai Besar Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan menyatakan, cuaca panas cukup menyengat mulai terjadi di Kota Medan, Sumatera Utara.

"Saat ini wilayah Sumatera Utara, khususnya Kota Medan sudah memasuki musim kemarau pada dasarian II dan III Januari 2024," ungkap Prakirawan BBMKG Wilayah I Medan Utami Al Khairiyah di Medan, Kamis.

Tidak hanya di Kota Medan, lanjut dia, cuaca panas cukup menyengat juga terjadi pada beberapa kabupaten/kota di Sumatera Utara, seperti Binjai, dan Langkat bagian Timur dan Barat laut.

Kemudian Deli Serdang bagian Tenggara dan Barat laut, sebagian besar Serdang Bedagai, Tebing Tinggi, Batubara, dan Asahan bagian Barat laut.

Terakhir Simalungun bagian bawah dan Tengah, Pematang Siantar, Samosir bagian Tengah dan Pulau Samosir, dan Dairi bagian Utara.

"Jadi saat ini ada beberapa zona di Sumatera Utara sudah memasuki musim kemarau, dan ada juga beberapa zona yang masih musim hujan," katanya.

Pihaknya mencatat kondisi cuaca panas cukup menyengat di Kota Medan tiga hari terakhir pekan ini dengan suhu udara yang sempat menyentuh angka 34,4 derajat Celsius.

"Suhu udara maksimum seperti di Kantor BBMKG Medan, yakni Senin (5/2) dengan suhu 34,2 derajat Celsius, lalu Selasa (6/2) suhu 34,4 derajat Celsius dan Rabu (7/2) suhu 34,2 derajat Celsius," tutur dia.

Ia juga mengatakan, bahwa cuaca panas menyengat ini dirasakan masyarakat Kota Medan dan sekitarnya, baik sedang berada di luar maupun di dalam rumah.

Kondisi cuaca ini akibat sifat cuaca dinamis dan memungkinkan terjadi potensi gangguan cuaca di wilayah Sumatera Utara, sehingga kondisi cuaca cukup labil yang dapat berubah sewaktu-waktu.

"Kita imbau kepada masyarakat mengantisipasi kondisi cuaca panas ini dengan tetap menjaga kesehatan. Mengurangi kegiatan di luar rumah, dan kegiatan yang bisa memicu kebakaran hutan dan lahan," kata Utami.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.