Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Capres Gandeng ‘Influencer’ untuk Raih Dukungan Politik, Apa Risikonya?

📅 Rabu, 07 Feb 2024, 13:16 WIB | Oleh: Tim Penulis

1. Akurasi dan bias

Dalam konteks politik, masalah kepercayaan dan verifikasi fakta menjadi lebih krusial, karena informasi yang salah atau menyesatkan dapat tersebar dengan cepat melalui influencer.

Sejumlah temuan di Jerman menunjukkan bahwa selain memiliki kekuatan untuk memobilisasi dukungan, influencer juga bisa menyebarkan propaganda atau informasi yang bias, baik disengaja maupun tidak, yang dapat memengaruhi pemilih pemula.

Apalagi, seperti halnya media tradisional, influencer dapat memiliki agenda tersendiri. Mereka sering kali bekerja dengan tim yang membantu menyusun pesan dan strategi mereka, yang mungkin tidak sepenuhnya transparan. Berdasarkan temuan Indonesia Corruption Watch (ICW), influencer bahkan dijadikan alat pemerintah untuk menyampaikan pesan atau agenda tertentu.

Hal itu dapat dilihat dari anggaran belanja pemerintah untuk aktivitas digital, yang berdasarkan kata kunci "influencer" atau "key opinion leader" yang pada periode 2017?2020 ada 40 paket dengan nilai Rp90,45 miliar.

Dari 40 paket, jumlah terbanyak terdapat di Kementerian Pariwisata dengan 22 paket. Selanjutnya Kementerian Pendidikan, Budaya dan Pendidikan Tinggi dengan 12 paket, Kementerian Komunikasi dan Informasi 4 paket, dan Kementerian Perhubungan serta Kementerian Pemuda dan Olah Raga masing-masing 1 paket. Ini menimbulkan pertanyaan tentang integritas pesan yang disampaikan.

2. Efek halo

Influencer memiliki pengikut yang besar dan beragam. Berdasarkan data AJ Marketing, Raffi Ahmad dan Nagita Slavina yang digandeng pasangan Prabowo-Gibran termasuk dalam Top Instagram Influencers in Asia. Mereka berhasil menempati peringkat kedua dengan jumlah followers Instagram sebanyak 67,7 juta akun per 16 Maret 2023.

Dengan mendukung kandidat tertentu, mereka dapat meningkatkan kesadaran publik terhadap kandidat tersebut. Ini sangat berguna untuk meningkatkan popularitas, terutama di kalangan pemilih yang mungkin kurang terinformasi atau kurang tertarik pada politik.

Ada juga efek halo yang ditimbulkan oleh kondisi ketika persepsi positif tentang seseorang dalam satu area (misalnya, popularitas atau keahlian dalam bidang tertentu) dapat memengaruhi persepsi kita tentang mereka di area lain (seperti politik).

Jika influencer atau pesohor dianggap memiliki kredibilitas tinggi, dukungan mereka terhadap paslon dapat meningkatkan persepsi positif terhadap paslon tersebut. Pada akhirnya, mereka berfungsi sebagai magnet untuk mengumpulkan suara atau dukungan sebanyak mungkin.

Dalam ilmu psikologi sosial, ada perbedaan antara pengaruh yang dilakukan secara eksplisit, misalnya secara terbuka mendukung kandidat, dan pengaruh yang dilakukan secara implisit, seperti bertemu atau memuji kandidat tanpa menyatakan dukungan langsung. Pengaruh implisit ini seringkali lebih efektif dan mudah diterima audiens, karena tidak terasa seperti persuasi langsung.

Orang seringkali memproses informasi secara tidak langsung melalui pengamatan sosial. Melihat influencer yang mereka kagumi bertemu atau memuji suatu kandidat dapat secara tidak langsung membentuk persepsi positif terhadap kandidat tersebut, bahkan tanpa adanya dukungan verbal yang eksplisit.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Dua Kapal Tanker Minyak Dis...
Megapolitan
Transjakarta Larang Aktivit...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.