Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkab Trenggalek Bebaskan secara Bertahap Sisa Target Lahan untuk Jalan Lintas Selatan

📅 Selasa, 06 Feb 2024, 00:11 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemkab Trenggalek Bebaskan secara Bertahap Sisa Target Lahan untuk Jalan Lintas Selatan Doc: ANTARA/Destyan Handri Sujarwoko
Ket. Ilustrasi - JLS Trenggalek.

Trenggalek - Pemerintah Kabupaten Trenggalek Jawa Timur mulai mengangsur sisa target pembebasan secara bertahap lahan untuk pembangunan jalur lintas selatan (JLS) Yogyakarta-Malang melalui kawasan pesisir daerah tersebut.

Hal itudiungkapkan oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten TrenggalekRamelan saat ditanya awak media terkait perkembangan dan kemajuan proyek JLS di daerah tersebut di Trenggalek, Senin.

"Untuk semester pertama tahun ini kami mengupayakan untuk membebaskan lahan sepanjang 16 kilometer di lahan milik Perhutani. Ruasnya yang dibebaskan ada di antara Pantai Cengkrong Kecamatan Watulimo hingga Pantai Ngampiran Kecamatan Munjungan," kata Ramelan.

Secara kuantitatif, sisa target lahan yang harus dibebaskan untuk melanjutkan proyek pembangunan JLSitu adalah sepanjang 42 kilometer.

Jalun sepanjang itu melintasi kawasan hutan negara yang dikelola oleh Perhutani serta lahan milik warga.

Masalahnya, anggaran untuk pembebasan lahan dengan bentang sepanjang itu membutuhkan biaya besar, mencapai kisaran Rp285 miliar.

APBD Trenggalek tidak mampu mengangkatnya sekaligus. Bahkan tahun ini dalam APBD Trenggalek tahun 2024, anggaran yang diposting untuk membiayai pembebasan lahan JLS hanya Rp500 juta atau setengah miliar.

Plafon anggaran itu terlalu jauh dibanding asumsi total biaya pembebasan lahan dengan bentang panjang 42 kilometer tersebut.

"Tahun ini hanya ada Rp500 juta. Kecil sekali itu. Ada target dari pusat tahun 2029 harus menyambung Malang-Yogya, PR terbesar memang ada di Trenggalek," katanya.

Ramelan menyebutkan, target tersambungnya JLS Yogya-Malang pada 2029 itu bakal sulit terwujud tanpa ada dukungan anggaran dari pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat.

Jika dipaksakan, dia khawatir bakal mengganggu postur APBD Trenggalek. Apalagi kebutuhan anggaran pembebasan lahan itu tidak memiliki selisih jauh dengan Pendapatan Asli Daerah Trenggalek selama setahun.

"Jadi kalau di pendapatan kita, PAD kita satu tahun hanya Rp314 miliar. Artinya, di sisa waktu ini kami harus menganggarkan Rp80 miliar per tahun. Pasti akan mengganggu postur APBD," katanya.

Ramelanjuga menyebutkan, untuk mempercepat target pembangunan JLS, pada semester satu ini pihaknya bakal mengupayakan untuk membebaskan lahan sepanjang 16 kilometer di lahan milik Perhutani.

Ruas yang dibebaskan ada di antara Pantai Cengkrong Kecamatan Watulimo hingga Pantai Ngampiran Kecamatan Munjungan.

Pembebasan lahan di Perhutani itu jadi prioritas pemkab, karena tidak membutuhkan anggaran yang besar, sebab sistem yang digunakan adalah pinjam pakai.

Ramelanjuga menyebutkan, pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan pemerintah pusat, jika pembebasan lahan Perhutani itu tuntas pada tahun ini, maka tahun 2025 dan 2026 bakal dimulai pembangunan fisik.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Perubahan Cuaca Benarkah Dapat Mengakibatkan Infeksi?

43 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Perubahan Cuaca Benarkah Da...
Megapolitan
Pembangunan SDM dan Pengemb...

Pantai Harus Tampak Indah, tak Boleh Kumuh

51 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pantai Harus Tampak Indah, ...
Megapolitan
Hadapi Musim Kemarau Panjan...
Olahraga
Dua Petenis Terus Bersaing ...
Olahraga
Indonesia Turun Full Team B...
Megapolitan
Kapal Kandas karena Air Sur...

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.