Polemik 'Prambanan Bersholawat': Gus Miftah, Situs Hindu, dan Toleransi Beragama
📅 Jumat, 02 Mei 2025, 11:11 WIB | Oleh: Yuniar Dwi Setiawati
Doc: Radar Jogja/YDS
YOGYAKARTA - Rencana penyelenggaraan acara "Prambanan Bersholawat" yang dijadwalkan berlangsung di kompleks Candi Prambanan pada 10 Mei 2025, memicu gelombang diskusi dan perdebatan di ranah media sosial.
Sorotan tajam tertuju pada sosok penceramah kondang, Miftah Maulana Habiburrahman atau Gus Miftah, yang didaulat memimpin acara keagamaan Islam tersebut di tengah situs warisan budaya Hindu.
Isu ini mencuat pertama kali melalui cuitan akun X @GlHindu yang mempertanyakan etika pelaksanaan ritual keagamaan tertentu di lokasi yang sarat akan nilai historis dan spiritual bagi umat Hindu.
"Prambanan itu Candi Hindu. Harusnya disana berjapa mantram, kirtanam, seperti beberapa bulan lalu saat ribuan umat Hindu melantunkan 1000 nama Siwa," tulis akun tersebut, mempertanyakan legitimasi acara bernuansa agama lain di area candi.
Lebih lanjut, akun tersebut menambahkan, "Bila umat lain ingin berdoa di Prambanan, silakan. Doa dalam hati dengan bahasa apa tidak ada yang tahu. Tapi beramai-ramai dengan branding agama lain, rasanya tidak elok."
Sebaiknya Anda baca juga:
Unggahan tersebut seketika memantik beragam reaksi dari netizen. Sebagian besar mendukung pandangan @GlHindu, menekankan urgensi penghormatan terhadap identitas dan fungsi sakral sebuah situs keagamaan. Mereka menilai, kegiatan keagamaan di luar kepercayaan asli situs dapat menimbulkan gesekan dan kurang menghargai nilai-nilai yang dianut komunitas setempat.
Di sisi lain, muncul pula suara yang menyatakan bahwa pihak penyelenggara telah melakukan langkah mediasi dengan tokoh dan organisasi Hindu setempat. Akun X @Dimasandtr misalnya, menulis, “dari pihak penyelenggara sudah menerangkan min, dan sudah mediasi ke phdi setempat, dan mencatumkan alamat lengkap nya biar tidak ada kesalah pahaman.” Klaim ini mengindikasikan adanya upaya dialog dan perizinan sebelum acara direncanakan.
Menanggapi polemik yang berkembang, General Manager PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko, Ratno Tumur, memberikan klarifikasi resmi. Ia menjelaskan bahwa kegiatan peribadatan umat Hindu terpusat di zona 1 atau area inti Candi Prambanan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara itu, acara "Prambanan Bersholawat" direncanakan berlangsung di zona 2, yang merupakan area penyangga dan lazim digunakan untuk berbagai kegiatan publik, termasuk konser musik seperti Prambanan Jazz. "Kegiatan tersebut tidak dilaksanakan di zona inti candi yang digunakan untuk peribadatan umat Hindu," tegas Ratno.
Sosok Gus Miftah sendiri bukan kali ini saja menjadi sorotan. Dikenal dengan gaya dakwahnya yang merangkul berbagai kalangan, ia pernah mengisi acara di tempat-tempat yang tidak konvensional seperti gereja dan kelab malam. Namun, beberapa tindakannya di masa lalu juga menuai kritik publik, seperti insiden dugaan mengolok-olok seorang pedagang pada akhir tahun 2024.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi yang memastikan apakah acara "Prambanan Bersholawat" akan tetap dilaksanakan sesuai jadwal. Namun, poster promosi acara yang menampilkan gambar Gus Miftah telah beredar luas di jagat maya.
Kontroversi ini menjadi cerminan betapa pentingnya kehati-hatian, sensitivitas, dan dialog yang konstruktif antarumat beragama dalam memanfaatkan ruang-ruang publik, terutama situs-situs yang memiliki nilai historis dan spiritual mendalam bagi kelompok masyarakat tertentu.
Sebagai negara dengan keanekaragaman kepercayaan, insiden ini menggarisbawahi perlunya terus memupuk toleransi dan saling menghormati antarumat beragama demi menjaga harmoni sosial.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!