Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Penelitian Membuktikan Obat Tetes Mata Atropin untuk Penyakit Miopia Aman bagi Anak-anak

📅 Minggu, 04 Feb 2024, 22:51 WIB | Oleh:

Sedangkan peneliti utama Atlas, Marcus Ang, mengatakan, masih banyak pertanyaan tentang efek jangka panjang atropin.

"Satu hal yang masih terus ditanyakan kepada saya oleh pasien dan orang tua saya adalah apakah mereka akan terkena katarak, atau akankah mereka kehilangan kemampuan membaca ketika sudah tua," tambah Ang, yang juga mengepalai penyakit mata kornea dan eksternal sebagai departemen bedah refraksi di SNEC.

Katarak adalah area keruh pada lensa mata dan dapat mengganggu penglihatan.

Dia mencatat di antara keterbatasan penelitian ini adalah hanya 71 orang yang berpartisipasi dalam Atom 1 yang kembali untuk studi Atlas, sementara hanya 158 orang dari kelompok kedua yang mengambil bagian dalam studi baru.

Ang mengakui meskipun ini hanya sebagian kecil dari kelompok awal, para peneliti memastikan peserta Atlas merupakan perwakilan dari kelompok yang lebih besar dalam berbagai bidang seperti usia, ras dan tingkat miopia.

Studi tersebut mencatat masih ada pertanyaan tentang efektivitas atropin dalam memperlambat miopia.

"Tidak ada perbedaan dalam ekuivalen bola atau panjang aksial, yang merupakan indikator miopia, atau prevalensi miopia tinggi di antara kelompok peserta yang berbeda," kata para peneliti.

Penelitian tersebut mencatat, hal ini mungkin disebabkan oleh alasan seperti tidak adanya manfaat dari pengobatan jangka pendek atau efek rebound setelah penghentian atropin secara tiba-tiba.

"Pengamatan ini menimbulkan beberapa pertanyaan penelitian yang memerlukan studi lebih lanjut, durasi pengobatan atropin yang diperlukan untuk memberikan hasil yang berkelanjutan, kapan pengobatan dapat dihentikan, dan apakah akan mengurangi dosis atau melanjutkan pengobatan hingga pertengahan masa remaja," katanya.

Temuan Kelompok Penyelidik Penyakit Mata Anak Amerika Serikat, yang diterbitkan di Jama Ophthalmology pada Juli 2023, menunjukkan bahwa obat tetes mata atropin dosis rendah tidak lebih efektif dibandingkan plasebo dalam memperlambat perkembangan miopia pada anak-anak yang dirawat selama dua tahun.

Namun Chia mencatat beberapa penelitian lain, yang dilakukan di negara-negara seperti Jepang dan Tiongkok, menunjukkan keefektifan obat tetes tersebut.

Dia berpendapat perbedaan hasil mungkin disebabkan oleh faktor lain, seperti pilihan gaya hidup atau perbedaan tingkat perkembangan miopia di antara anak-anak dari etnis yang berbeda.

Ang menekankan sekarang ada beragam pengobatan untuk miopia, dan orang tua harus bekerja sama dengan profesional medis dalam mengidentifikasi risiko miopia sejak dini pada anak-anak mereka dan memilih metode intervensi yang tepat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Rona
Perubahan Cuaca Benarkah Da...
Megapolitan
Pembangunan SDM dan Pengemb...

Pantai Harus Tampak Indah, tak Boleh Kumuh

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pantai Harus Tampak Indah, ...
Olahraga
Dua Petenis Terus Bersaing ...

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.