Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Krisis Utang Pengembang Tiongkok Bisa Berdampak ke Indonesia

📅 Rabu, 31 Jan 2024, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Krisis Utang Pengembang Tiongkok Bisa Berdampak ke Indonesia Doc: ISTIMEWA
Ket. Krisis yang menimpa per­usahaan pengembang ternama Tiong­kok Evergrande

JAKARTA - Krisis yang menimpa perusahaan pengembang ternama Tiongkok Evergrande, berpotensi merambat ke ekonomi global termasuk Indonesia, jika pemerintah gagal mengantisipasi.

Manajer Riset Seknas Fitra, Badiul Hadi, di Jakarta, Selasa (30/1), mengatakan krisis bisa merambat ke Indonesia, karena Tiongkok merupakan investor kedua terbesar ke Indonesia setelah Singapura. Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat kontribusi investasi terbesar PMA berasal dari Singapura senilai 3,4 miliar dollar AS, lalu Tiongkok 2,6 miliar dollar AS, disusul Hong Kong 2,0 miliar dollar AS, kemudian Jepang 1,0 miliar dollar AS dan Malaysia 0,8 miliar dollar AS.

Dari data tersebut, pemerintah, kata Badiul, harus melakukan antisipasi, terutama ketika hendak membangun kerja sama dengan pemerintah Tiongkok agar tidak berdampak pada perekonomian negara. "Pemerintah juga perlu menyiapkan instrumen pengamanan pembiayaan mengantisipasi dampak terburuk dari krisis tersebut," katanya.

Ia pun mengingatkan soal posisi utang kita. Berdasar data Bank Indonesia (BI), posisi utang pemerintah Indonesia ke Tiongkok mencapai 1,36 miliar dollar AS per Agustus 2023.

"Ini yang perlu diperhitungkan pemerintah Indonesia, terutama dampaknya terhadap keuangan negara," paparnya.

Badiul juga mengingatkan soal ancaman apabila Indonesia berutang untuk pengembangan properti. Dia menjadikan kasus di Tiongkok sebagai gambaran buruknya masa depan utang untuk properti. Utang yang benar harus dialokasikan ke sektor produktif.

Ekonom Celios, Nailul Huda, mengatakan Tiongkok merupakan negara tujuan ekspor terbesar Indonesia. Ekspor nonmigas ke Tiongkok sudah mengalami penurunan di akhir tahun 2023. "Pelemahan kinerja ekonomi Tiongkok sudah berpengaruh ke permintaan ekspor Indonesia," paparnya.

Apalagi, kondisi dalam negeri Tiongkok juga tengah chaos yang mana sektor properti menjadi dampak dari keluarnya beberapa perusahaan asing dari Tiongkok.

Akibatnya, pemutusan hubungan kerja (PHK) massal terjadi dan pengangguran usia muda meningkat. "Properti banyak yang mangkrak, termasuk Evergrande Group," ungkap Huda.

Seperti diberitakan sebelumnya, Pengadilan Hong Kong, pada Senin (29/1), memerintahkan likuidasi terhadap Tiongkok Evergrande, pengembang dengan utang paling besar di dunia.

Likuidasi itu diperkirakan dapat memberikan kejutan pada pasar modal dan properti Tiongkok yang sudah rapuh. Kondisi tersebut bisa menjadi rumit dan berpotensi menimbulkan pertimbangan politis, mengingat banyaknya pihak berwenang yang terlibat.

Dikutip dari kantor berita Reuters, setelah perintah likuidasi dikeluarkan, akan ditunjuk likuidator sementara dan kemudian likuidator resmi demi mengambil kendali untuk menjual aset pengembang guna melunasi utangnya.

Selesaikan Masalah Domestik

Pada kesempatan terpisah, Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira, mengatakan krisis properti di Tiongkok seperti gelembung yang berdampak ke berbagai sektor pembiayaan. Perusahaan dan lembaga pembiayaan Tiongkok yang sebelumnya masif masuk ke proyek infrastruktur di luar teritori mereka, termasuk ke Indonesia akan berpikir ulang soal kalkulasi risiko.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Polri Gelar Upacara Serah Terima Panji Tribrata

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Polri Gelar Upacara Serah T...
Megapolitan
Gubernur DKI Cek Pelayanan ...
Olahraga
Persiapan Atlet Balap Seped...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.