Apa yang Terjadi Setelah Tiongkok Perintahkan Likuidasi Evergrande?
📅 Selasa, 30 Jan 2024, 00:03 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SSetelah likuidasi, likuidator dapat mengambil kendali atas anak perusahaan Evergrande di seluruh daratan Tiongkok dengan mengganti perwakilan hukum mereka satu per satu, sebuah proses yang dapat memakan waktu berbulan-bulan atau bertahun-tahun.
Pakar kebangkrutan mengatakan, akan menjadi tantangan bagi likuidator untuk mengubah perwakilannya karena Guangzhou, tempat Evergrande bermarkas, bukanlah salah satu dari tiga kota di Tiongkok yang saling mengakui perintah likuidasi dengan Hong Kong.
Bahkan jika likuidator mengambil alih unit-unit yang mempunyai proyek di dalam negeri, banyak dari unit-unit tersebut telah diambil alih oleh kreditor, dibekukan oleh pengadilan, nilainya kecil atau bahkan memiliki ekuitas negatif karena jatuhnya harga properti.
Meskipun pembubaran perusahaan pengembang dengan aset senilai 240 miliar dolar AS, akan memberikan kejutan pada pasar modal yang sudah rapuh, para ahli mengatakan bahwa hal tersebut tidak akan memberikan cetak biru tentang bagaimana likuidasi dapat terjadi pada pengembang lain yang terkena dampaknya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Mengingat besarnya proyek dan utang Evergrande, prosesnya akan melibatkan banyak otoritas dan pertimbangan politik.
Menyelesaikan proyek pembangunan rumah yang sedang berjalan akan menjadi prioritas utama bagi perusahaan, sektor, dan pemerintah.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!