Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tiongkok Genjot Konsumsi Domestik

📅 Senin, 29 Jan 2024, 09:58 WIB | Oleh:
Tiongkok Genjot Konsumsi Domestik Doc: ISTIMEWA

BEIJING - Tiongkok mengakselerasi transformasi ekonomi dari berorientasi ekspor ke penguatan konsumsi domestik. Karena itu, Tiongkok mencanangkan 2024 sebagai "Tahun Promosi Konsumsi" untuk meningkatkan permintaan dalam negeri sebagai motor pertumbuhan ekonomi negara Tirai Bambu tersebut.

"Tahun ini kami tetapkan sebagai 'Tahun Promosi Konsumsi' dengan kata kunci 'ekspansi berkelanjutan'. Kami akan bekerja sama dengan kementerian dan pemerintah daerah untuk menyelenggarakan berbagai kegiatan promosi guna mendorong konsumsi masyarakat," kata Menteri Perdagangan Tiongkok, Wang Wentau, dalam konferensi pers di Beijing, Jumat pekan lalu.

Pemerintah Tiongkok, kata Wang Wentau, akan menggabungkan festival tradisional, hari libur nasional, dan acara belanja lainnya termasuk festival belanja daring untuk merayakan musim semi, musim dingin atau perayaan lainnya.

"Sekarang sedang berlangsung Festival Tahun Baru daring, misalnya dengan membelikan hadiah bagi keluarga dan teman. Contoh lain, kami akan menyoroti karakteristik lokal dan mendukung semua daerah untuk mengeksplorasi keunggulan mereka sendiri dan mengembangkan acara ikonik masing-masing daerah," ungkap Wang.

Dia mencontohkan acara 'Beijing-Tianjin-Hebei Consumption Season', 'Shanghai's Five-Year Shopping Festival', 'Zheli Consumption' di Zhejiang, dan 'Aishang Chongqing' di Chongqing sebagai momen peningkatan konsumsi masyarakat.

"Kami juga akan mendorong perdagangan mobil dan peralatan rumah tangga. Keduanya merupakan poin kunci dalam mendorong konsumsi tahun ini," ungkap Wang.

Menurut data Kementerian Perdagangan Tiongkok, jumlah mobil mencapai 340 juta unit pada 2023 dan peralatan rumah tangga utama, seperti lemari es, mesin cuci, dan AC melebihi tiga miliar unit dalam periode yang sama.

Pada saat sama, mobil dan peralatan rumah tangga adalah jenis barang yang sangat sistematis, memerlukan produksi, pasokan, dan pemasaran dari hulu dan hilir yang didukung pemerintah, perusahaan dan masyarakat baik secara daring maupun luring.

"Sehingga kami akan memperkuat peningkatan teknologi, konsumsi energi, emisi, dan standar lain sebagai daya tariknya sekaligus menstabilkan dan memperluas konsumsi tradisional agar bisa memenuhi kebutuhan penggantian dua jenis barang tersebut," tambah Wang.

Cara selanjutnya untuk mendorong konsumsi, menurut Wang, adalah dengan mempromosikan "produk trendi dari dalam negeri".

"Kini, produk dalam negeri yang berkualitas dan mengusung budaya tradisional unggulan. Kami mengidentifikasi 300 'merek unggulan Tiongkok' sesuai dengan peraturan dan standar yang relevan. Merek-merek ini memenuhi kebutuhan keinginan pasar atas barang yang modis, khusus dan personal, sehingga disukai konsumen, khususnya generasi muda," jelas Wang.

Situasi Sulit

Wang juga mengakui situasi eksternal untuk perdagangan luar negeri pada 2024 semakin kompleks dan rumit.

"Di satu sisi, permintaan memang melemah seperti perkiraan Dana Moneter Internasional (IMF) yang menyatakan pertumbuhan ekonomi global akan melambat menjadi 2,9 persen. Di sisi lain, kondisi lingkungan yang tidak menguntungkan, meningkatnya proteksionisme perdagangan, konflik geopolitik dan eskalasi konflik seperti blokade jalur pelayaran di Laut Merah baru-baru ini, telah mengganggu perdagangan internasional," ungkap Wang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.