Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bangun Smelter, Hilirisasi RI baru Sampai Tahap Pengolahan Awal

📅 Kamis, 28 Mei 2026, 01:15 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Bangun Smelter, Hilirisasi RI baru Sampai Tahap Pengolahan Awal Doc: afp
Ket. Transformasi Ekonomi - Korsel dan Tiongkok Berhasil Memperkuat Industri secara Bertahap

» Hilirisasi harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat, bukan justru membuat mereka kehilangan ruang hidup.

JAKARTA - Upaya Pemerintah meningkatkan nilai tambah produk ekspor atau hilirisasi dinilai masih tanggung karena banyak berhenti pada tahap pengolahan awal sebatas membangun smelter untuk mengolah bahan baku menjadi bahan setengah jadi. 

Sebab itu, hilirisasi Indonesia perlu naik kelas dengan membangun ekosistem industri yang utuh karena nilai tambah terbesar justru berada pada industri turunan, bukan pada tahap pengolahan awal.

Pengamat kebijakan publik dari Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra), Badiul Hadi mengatakan pernyataan bahwa nilai tambah terbesar berada pada industri turunan sangat tepat. Merujuk pada studi industri global yang menunjukkan margin keuntungan terbesar berada di sektor manufaktur lanjutan, teknologi, dan produk akhir.

Produk mineral olahan, misalnya, dapat memiliki nilai tambah 10-20 kali lebih tinggi dibanding bahan mentah. Namun manfaat itu hanya optimal jika seluruh rantai industrinya berada di dalam negeri.

Badiul menekankan tantangan utama hilirisasi saat ini bukan hanya meningkatkan ekspor, melainkan memastikan transformasi ekonomi nasional benar-benar terjadi. Pemerintah, katanya, perlu fokus mendorong hilirisasi berbasis ekosistem industri, mulai dari petrokimia, baterai kendaraan listrik, hingga industri hijau.

“Kalau tidak, Indonesia hanya akan berpindah dari eksportir bahan mentah menjadi eksportir bahan setengah jadi, sementara teknologi dan pasar tetap dikuasai negara lain,” katanya.

Ia juga menyoroti dampak sektor tambang terhadap ekonomi daerah yang belum merata. Di beberapa wilayah industri ekstraktif, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) memang tumbuh tinggi, tetapi ketimpangan sosial, tekanan lingkungan, dan kebergantungan ekonomi daerah terhadap tambang ikut meningkat.

“Ini menunjukkan bahwa hilirisasi harus dibarengi penguatan SDM, transfer teknologi, dan pengembangan industri lokal,” katanya.

Dia pun mengharapkan arah kebijakan hilirisasi ke depan harus terhubung dengan agenda industrialisasi nasional jangka panjang. Indonesia, menurutnya, memiliki peluang besar menjadi pusat rantai pasok industri hijau dunia.

“Keberhasilan itu hanya akan tercapai jika negara mampu membangun industri manufaktur domestik yang kuat, memperbesar kandungan lokal, dan memastikan nilai tambah ekonomi tidak keluar kembali melalui dominasi modal dan teknologi asing,” katanya.

Hal yang tidak kalah penting adalah hilirisasi harus memperhatikan masyarakat setempat. Selama ini, katanya, masyarakat sering terabaikan, termarjinalkan, bahkan tercabut dari sumber kehidupannya, baik di darat maupun laut.

“Hilirisasi harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat, bukan justru membuat mereka kehilangan ruang hidup,” tutup Badiul.

>>

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Ekonomi
BNI Private Dinobatkan seba...
Advertisement
BRI Super League 2026/2027: Persija Jakarta Kalahkan Persib Bandung 2-1 di GBK

BRI Super League 2026/2027: Persija Jakarta Kalahkan Persib Bandung 2-1 di GBK

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.