Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pengusaha AS Minta Tambahan Penerbangan ke Bajo dan Belitung

📅 Sabtu, 27 Jan 2024, 07:13 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pengusaha AS Minta Tambahan Penerbangan ke Bajo dan Belitung Doc: ANTARA/HO-Kemenparekraf
Ket. Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno di Vientiane, Laos.

Jakarta - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengungkapkan, pengusaha yang tergabung dalam United States-ASEAN Business Council (US-ABC) meminta penambahan penerbangan ke dua destinasi yaitu Labuan Bajo dan Belitung.

"Mereka meminta ada peningkatan jumlah penerbangan ke Labuan Bajo dan Belitung," ujar Sandiaga sebagaimana dikutip dari siaran pers yang diterima di Jakarta, Jumat.

Ia menyebut, para pengusaha asal AS memiliki ketertarikan di dua destinasi itu serta melihat adanya potensi yang dapat dikerjasamakan.

Sandiaga juga menjelaskan bahwa investor seperti Agoda, Expedia Group, Royal Caribbean Group, Marriott International, dan Airbnb sangat berminat mengembangkan usaha mereka dan berinvestasi di Indonesia.

"Harapannya kita bisa mengajak investor-investor dari Amerika untuk mendukung fasilitas pariwisata berkelanjutan di Indonesia. Target kita tetap menciptakan 4,4 juta lapangan kerja," katanya.

US-ABC, lanjut dia, adalah sebuah organisasi yang berisi kumpulan para pengusaha-pengusaha Amerika Serikat, pendekatan yang dilakukan dengan pengusaha itu yakni kolaboratif dimana pemerintah ASEAN bisa mengajak pihak swasta untuk bekerja sama di bidang investasi dan pengembangan sektor pariwisata untuk menciptakan beberapa peluang membuka lapangan kerja.

Diketahui, Menparekraf mengungkapkan hingga kini sudah ada beberapa maskapai yang menjajaki penerbangan langsung ke Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT) (25/12).

"Kami sedang diskusi dengan beberapa pihak dan berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan bahwa ada minat untuk 3 originasi penerbangan langsung, pertama dengan Air Asia Kuala Lumpur, Scoot dengan Singapura, dan Jetstar melalui Australia," ujar Sandiaga.

Menparekraf mengatakan, pihaknya terus berupaya untuk mencapai target 1 juta wisatawan yang dilayani oleh Bandara Komodo yang direncanakan bisa tercapai pada 2024.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Badan Geologi Laporkan Akti...
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Advertisement
Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.