Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BP2MI: Animo WNI Bekerja di Korsel Sangat Tinggi

📅 Senin, 22 Jan 2024, 17:53 WIB | Oleh: Tim Redaksi
BP2MI: Animo WNI Bekerja di Korsel Sangat Tinggi Doc: Istimewa.
Ket. Kepala BP2MI, Benny Rhamdani disela sela pelepasan 266 Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke Korea Selatan di Jakarta, Senin (22/1).

JAKARTA- Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) optimistis tahun ini akan semakin banyak putera puteri Indonesia yang hendak mencari kerja di Korea Selatan (Korsel). Dalam beberapa tahun terakhir, tren itu terus meningkat. Perlakuan Korsel yang sangat manusiawi terhadap PMI menjadi salah satu daya tarik bagi orang Indonesia untuk bekerja di sana.

BP2MI, Senin (22/1), kembali melepas 266 Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke Korea Selatan melalui skema Government to Government (G to G). Ratusan PMI tersebut akan ditempatkan di sektor Manufaktur dan Perikanan. Adapun rinciannya 114 pekerja sektor manufaktur sementara 152 lainnya sektor perikanan.

Kepala BP2MI, Benny Rhamdani menegaskan bahwa ratusan pekerja migran siap untuk bekerja di negara penempatan yakni Korea Selatan. Sebab, terdapat pekerja Indonesia yang di luar negeri tidak kembali ke Indonesia meski kontrak kerjanya telah berakhir.

"Mau kerja atau mau kabur? Janji, karena saya sudah datang ke Korea dan bertemu dengan mereka yang akhirnya tercatat baik yang selesai kontrak tidak kembali ke Indonesia," kata Benny, Senin (22/1).

Dikatakan Benny, mereka yang tidak pulang ke Indonesia akhirnya menjadi kaburan. Mereka selalu pindah tempat pekerjaan dan tidak lagi tercatat secara resmi dalam SISKOP2MI sebagaimana saat mereka diberangkatkan.

"Akhirnya mereka mengalami dengan masalah hukum negara setempat dan ternyata jika kena tangkap dendanya sangat besar, waktu itu dendanya Rp 300 juta lebih," terang Benny.

Seperti diketahui, BP2MI telah memberangkatkan sebanyak 266 Pekerja Migran Indonesia. Dimana 114 ditempatkan di sektor Manufaktur dan 152 sektor perikanan. BP2MI sendiri sudah mendapatkan surat dari HRD Korea (HRDK) untuk melaksanakan pembukaan ujian atau pendaftaran tanggal 17 Januari 2024.

"Kita masih nawar nih ngulur waktu hingga tanggal 23 Januari, karena masih ada tawar-menawar yang ingin kita pastikan," ucapnya. Dirinya menyakini untuk tahun 2024 akan terjadi ledakan karena antusiasme dan animo anak-anak muda Indonesia yang akan bekerja ke Korea.

"Jadi kalau 2023 menembus angka 35.000 yang sebelumnya dulu hanya ada di angka 20.000 pendaftar. Nah, tahun ini diprediksikan akan menembus angka 40.000," pungkasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.