Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bantuan Pangan Belum Mampu Turunkan Harga Beras

📅 Jumat, 12 Jan 2024, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi

Menanggapi situasi tersebut, Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM), Dwijono Hadi Darwanto, mengatakan kondisi iklim dengan hujan belum turun merata di semua wilayah menyebabkan masa tanam sebagian petani relatif mundur.

"Seharusnya akhir Desember sudah bisa tanam kalau hujannya sudah rutin, tetapi karena kekeringan yang berkepanjangan maka masa tanam mundur, sedangkan stok yang ada di pemerintah semakin berkurang sehingga tidak bisa memenuhi permintaan.

"Meski bantuan pangan beras sudah mengalir, harga beras di pasar tetap tinggi," kata Dwijono.

Dia memperkirakan masa panen juga mundur di sekitar April-Mei sehingga memerlukan stok yang lebih banyak lagi. Sementara itu, negara-negara yang biasa mengekspor beras ke Indonesia seperti India dan Thailand justru melakukan pembatasan.

"Jika hujan masih seperti ini, ada kemungkinan kekurangan stok bisa berlanjut minimal sampai Maret. Harga beras sulit turun minimal sampai Maret," kata Dwijono.

Tolak Impor

Dihubungi terpisah, Kepala Pusat Pengkajian dan Penerapan Agroekologi Serikat Petani Indonesia (SPI), Muhammad Qomarunnajmi, mengatakan dengan program ini, semestinya Bulog bisa menjalankan perannya untuk menjaga kestabilan harga, dan memastikan penyerapan hasil panen petani karena sudah ada program untuk pendistribusian berasnya.

Terkait dengan wacana impor, dengan alasan kurangnya cadangan beras pemerintah ini ada hubungannya juga dengan harga pembelian pemerintah (HPP) tahun lalu yang ditetapkan di bawah harga pasar.

"SPI menolak impor beras karena dengan rencana impor pasti akan menekan harga di tingkat petani. Bahkan, baru sebatas rencana saja, belum realisasi, sudah bisa menekan harga di tingkat petani," tegas Qomar.

Dia memandang dengan optimalisasi penyerapan hasil panen petani, pemerintah akan punya kemampuan untuk melakukan stabilisasi harga.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...

Kemeriahan Gebyar PAUD Yogyakarta 2026

50 menit yang lalu | Fajar Alim M

Daerah
Kemeriahan Gebyar PAUD Yogy...
Megapolitan
Pelatihan Mengemudi Becak L...
Olahraga
Ganda Campuran Indonesia Ra...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.